Portugal Kecam Keras Serangan Israel ke Rumah Sakit Gaza


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Portugal pada Senin (25/8) mengecam serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Gaza sebagai serangan yang tidak dapat diterima. Mereka kemudian mendesak perlindungan tanpa syarat bagi warga sipil, wartawan, dan tenaga kesehatan, serta menyerukan gencatan senjata segera.

"Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser di Gaza tidak dapat dibenarkan. Para wartawan, warga sipil, dan tenaga kesehatan harus dilindungi tanpa syarat. Gencatan senjata adalah suatu keharusan bagi kemanusiaan yang paling mendasar dan tidak dapat ditunda lagi," kata kementerian tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (27/8).

Sebelumnya, Israel semakin membuat murka dunia ketika mereka membunuh 22 orang di rumah sakit tersebut, termasuk lima orang wartawan. Para jurnalis itu bekerja untuk beberapa media internasional seperti The Associated Press, Reuters, dan Al Jazeera.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Nasser merupakan rumah sakit terakhir yang masih beroperasi sebagian di Gaza selatan, yang berfungsi sebagai penyelamat krusial bagi warga di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Selama ini, Portugal secara konsisten telah menyuarakan kekhawatiran atas krisis kemanusiaan di Gaza dan menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata serta memastikan akses terhadap perawatan medis dan bantuan kemanusiaan.

Tampilan Utama