Jangan Sepelekan Cacingan pada Anak, Ini Dua Metode Penanggulangannya


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

JAKARTA - Kasus kematian Raya, balita asal Sukabumi yang meninggal karena infeksi cacing di dalam tubuh menjadi perhatian serius, salah satunya disorot oleh influencer farmasi Valisa. Ia mengatakan bahwa kasus cacingan khususnya pada anak tidak boleh dianggap sepele.

"Beberapa orang mungkin menganggap cacingan pada anak itu hal biasa, cuma bikin anak kurus, perut buncit, atau gampang lapar. Padahal, infeksi cacing itu bisa jadi ancaman serius," kata Valisa dalam tweetnya yang dikutip Holopis.com, Selasa (26/8/2025).

Dijelaskan Valisa, ada beberapa jenis cacing yang sering menyerang anak, seperti cacing gelang, cacing tambang, atau cacing pita. Mereka bisa mencuri nutrisi, bikin anak anemia (kurang darah), pertumbuhan terhambat, sampai menurunkan konsentrasi belajar di sekolah.

"Dalam kasus berat, bisa menyebabkan pendarahan usus, penyumbatan, bahkan kematian," ujarnya.

Beri Obat Cacing Berkala

Lalu bagaimana cara untuk menanggulangi cacingan pada anak, Valisa memberikan dua pendekatan, yakni dari sisi farmasi berupa pemberian obat cacing secara berkala kepada anak.

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI menganjurkan anak-anak diberikan obat cacing setiap 6 bulan sekali, terutama di daerah endemik," tuturnya.

Ia memberikan sejumlah rekomendasi obat yang sudah dianggap paling aman untuk anak-anak dalam membantu melumpuhkan bahkan membunuh cacing di bagian saluran pencernaan. Obat tersebut adalah albendazole dan mebendazole. Namun dapat menggunakan obat lain sesuai anjuran dokter.

"Obat ini aman, dosisnya sudah disesuaikan dengan usia, dan tidak perlu resep khusus," jelasnya.

Jaga Kebersihan

Pendekatan kedua adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih, baik lingkungan bermain, lingkungan rumah dan ruang aktivitas anak. Hal ini setidaknya untuk meminimalisir adanya telur cacing masuk ke dalam tubuh anak.

"Obat saja tidak cukup kalau lingkungan dan kebiasaan sehari-hari tidak dijaga. Telur cacing bisa bertahan lama di tanah atau permukaan benda, lalu masuk ke tubuh lewat makanan, air, atau tangan yang kotor," tutur Valisa.

Oleh sebab itu, membiasakan jaga kebersihan pada anak harus dilakukan sejak dini. Membiasakan anak untuk cuci tangan sebelum makan, selalu rutin memotong kuku yang panjang karena bisa menjadi metode transmisi bakteri dan telur cacing masuk ke dalam organ tubuh baik mata, telinga maupun mulut.

"Biasakan anak cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Potong kuku secara rutin, karena telur cacing suka ngumpet di sela kuku. Gunakan alas kaki saat bermain di luar rumah, supaya telur cacing dari tanah tidak menembus kulit. Pastikan makanan dimasak hingga matang dan air minum bersih, serta jangan lupa juga edukasi keluarga, karena cacingan bisa menular antaranggota rumah tangga," jelasnya.

Dengan demikian, edukasi terhadap penangulangan cacingan pada anak dapat dilakukan sejak dini, sehingga kasus infeksi cacing gelang seperti yang dialami oleh balita Raya tidak semakin luas.

"Dengan langkah pencegahan ini, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada masa depan anak. Cacingan yang dibiarkan bisa menghambat tumbuh kembang, bikin anak sulit fokus belajar, bahkan berisiko ke nyawa," pungkasnya.

Tampilan Utama