JAKARTA – Broadwayang Production kembali menghadirkan karya teater musikal terbaru bertajuk “Mahar Kemerdekaan” yang dipentaskan pada 24 Agustus 2025. Pertunjukan ini merupakan persembahan khusus untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, hasil kolaborasi dengan This is Musical dari Inggris.
Musikal ini menjadi produksi keenam Broadwayang Production dalam dua tahun terakhir. Kali ini, mereka mengangkat kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup para tokoh proklamator bangsa, dengan fokus utama pada Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
Dalam pantauan tim Holopis.com, cerita dibuka dengan masa pengasingan Bung Karno di Bengkulu bersama Inggit Garnasih. Penonton kemudian diajak menyelami kisah cintanya dengan Fatmawati, yang kelak menjadi Ibu Negara pertama Indonesia.
Di balik kisah personal tersebut, terlihat pula tekad Bung Karno yang tak pernah surut untuk memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Jepang.
Alur semakin menegangkan ketika Bung Karno kembali ke Jakarta dan bertemu dengan tokoh pergerakan lain, yakni Bung Hatta, Sutan Syahrir, Mas Mansyur, serta Ki Hajar Dewantara.
Mereka dikenal sebagai bagian dari “Empat Serangkai” yang memainkan peran penting dalam mempersiapkan jalan menuju proklamasi.
Salah satu bagian paling menarik dari musikal ini adalah penggambaran janji Bung Hatta yang menunda pernikahan hingga Indonesia merdeka. Janji itu akhirnya ditepati setelah proklamasi 17 Agustus 1945, saat ia melangsungkan pernikahan. Adegan tersebut menjadi klimaks yang mengikat kisah pribadi dengan momentum besar sejarah bangsa.
Pertunjukan berdurasi lebih dari dua jam ini disajikan dengan sentuhan khas Broadway: perpaduan tarian, musik, dan dialog yang mengalir dinamis. Mikail Edwin Rizki, sutradara muda yang dipercaya memimpin produksi ini, mengarahkan seluruh elemen panggung dengan detail.
Para pemeran utama hingga penari ansambel adalah talenta muda berbakat yang telah malang melintang di berbagai panggung musikal Jakarta.
Lewat pengemasan modern serta nuansa pertunjukan internasional, “Mahar Kemerdekaan” bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana refleksi sejarah.
Penonton tidak sekadar diajak menyaksikan perjuangan para tokoh bangsa, namun juga menyelami sisi manusiawi mereka: cinta, pengorbanan, serta janji yang terikat pada cita-cita kemerdekaan.
Dengan pendekatan yang memadukan hiburan dan pesan kebangsaan, musikal ini diharapkan memberi pengalaman berbeda dalam merayakan Hari Kemerdekaan.

