Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

BMKG Bekali Nelayan Cilacap Pengetahuan Iklim dan Teknologi Digital

3 Shares

CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (24/8). Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan nelayan dalam memanfaatkan informasi iklim dan cuaca maritim, demi keselamatan dan peningkatan hasil tangkapan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa nelayan merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus dilindungi dari dampak perubahan iklim. Ia menyoroti bahwa krisis iklim global telah memicu meningkatnya suhu bumi yang berdampak pada cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga badai tropis yang membahayakan keselamatan nelayan.

- Advertisement -

“Nelayan adalah hakikat jati diri bangsa. Namun kini mereka menghadapi tantangan besar akibat krisis iklim. Cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan badai tropis semakin sering terjadi. Karena itu, pengetahuan cuaca menjadi benteng pertama keselamatan nelayan,” tegas Dwikorita dalam siaran pers, dikutip astakom.com, Senin (25/8).

Teknologi Digital untuk Nelayan

- Advertisement -

Dalam kesempatan itu, Dwikorita menjelaskan bahwa BMKG sedang memproses pemasangan radar cuaca baru di Cilacap guna meningkatkan deteksi dini terhadap badai tropis. Selain itu, BMKG memperkenalkan aplikasi digital INA-WIS, yang dapat memberikan informasi prakiraan cuaca, tinggi gelombang, hingga potensi keberadaan ikan hingga 10 hari ke depan.

“Dengan aplikasi ini, nelayan bisa tahu kapan hari yang aman untuk melaut, serta langsung menuju titik kumpulan ikan. Jadi lebih hemat waktu, hemat biaya, dan yang terpenting aman,” tambahnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Cilacap mendapat perhatian khusus dari BMKG karena memiliki lebih dari 17 ribu nelayan.

“Setiap tahun BMKG tidak pernah absen mengadakan pelatihan di Cilacap. Ini istimewa, karena dari banyaknya daerah pesisir di Indonesia, Cilacap selalu menjadi prioritas. Ini bukti perhatian negara kepada nelayan kita,” ujar Novita.

Ia menekankan bahwa nelayan Cilacap menghadapi tantangan besar, mulai dari ombak tinggi, cuaca ekstrem, hingga kesulitan menemukan titik tangkapan ikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital adalah solusi penting bagi nelayan masa kini.

“Dengan teknologi, nelayan tidak perlu lagi mengandalkan ramalan tradisional. Cukup dengan aplikasi, mereka bisa tahu kondisi cuaca dan lokasi ikan. Hasilnya, lebih selamat, lebih hemat biaya, dan lebih cepat mendapat hasil,” jelasnya.

Novita juga mendorong para peserta SLCN untuk serius mengikuti pelatihan dan menjadi agen pengetahuan bagi nelayan lain.

“Saya berharap peserta tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga menularkan kepada rekan-rekan nelayan lain. Dengan begitu, manfaat SLCN ini bisa dirasakan lebih luas, karena tidak mungkin kita melatih 17 ribu nelayan sekaligus,” ujarnya.

SLCN di Cilacap melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Pertamina RU IV Cilacap, Basarnas, BPBD, hingga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia. Sinergi ini diharapkan memperkuat mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Menurut penyelenggara, keselamatan nelayan bukan hanya soal keberanian menghadapi laut, tetapi juga kecerdasan membaca tanda-tanda alam dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan informasi dari BMKG, para nelayan dapat menavigasi laut dengan lebih bijak, merencanakan aktivitas melaut dengan aman, serta menjaga keberlanjutan mata pencaharian mereka.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
3 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru