JAKARTA – Di era digital, kebiasaan membaca mengalami transformasi besar. Jika dulu orang mengenal rekomendasi buku dari majalah, toko buku, atau klub literasi, kini media sosial berperan penting dalam menentukan tren bacaan. Salah satu fenomena terbesar dalam dunia literasi digital adalah BookTok, sebuah komunitas pembaca dan pecinta buku yang lahir dari platform TikTok. Tren ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali minat membaca di kalangan generasi muda.
Dalam rangka Hari Anak Jakarta Membaca, keberadaan BookTok menjadi semakin relevan. Gerakan literasi ini membuktikan bahwa membaca masih bisa bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital lain, bahkan justru menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan anak muda.
Apa Itu BookTok?
BookTok adalah sebuah istilah yang berasal dari gabungan kata ‘Book’ dan ‘TikTok’. Istilah ini merujuk pada komunitas pembuat konten di TikTok yang secara khusus membahas buku. Di sana, para pengguna membuat video pendek berisi ulasan singkat, rekomendasi bacaan, kutipan menarik, hingga ekspresi emosional setelah membaca sebuah novel.
Fenomena ini membuat buku-buku, baik klasik maupun terbaru, bisa mendadak populer kembali hanya karena viral di BookTok. Misalnya, beberapa novel yang dirilis bertahun-tahun lalu kembali merajai daftar buku terlaris setelah diperbincangkan secara masif di komunitas ini.
@brendaiskrn What’s your favorite recent read? 📚 #book #booktok #booktokindonesia #bridealihazelwood #thesevenyearslip #caravalseries
Selain itu, algoritma TikTok yang mampu menyebarkan video sesuai minat pengguna membuat BookTok dengan cepat membentuk komunitas besar. Buku yang viral biasanya ditandai dengan tagar seperti #BookTok, #BookRecs, atau #BookReview.
Dampak BookTok bagi Industri Buku
BookTok tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar memengaruhi industri penerbitan. Banyak penerbit kini memanfaatkan BookTok sebagai salah satu strategi pemasaran. Toko buku besar pun memiliki rak khusus bertajuk ‘BookTok Recommendations’ untuk menarik pembeli.
Tak jarang, penulis yang sebelumnya kurang dikenal tiba-tiba menjadi populer berkat BookTok. Fenomena ini membuktikan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk tren literasi global.
@goblokglam In honour of his birthday today, here are some Book Recommendations from one of my fave Indonesian writers Pramoedya Ananta Toer | Rekomendasi buku penulis Pramoedya Ananta Toer. Happy Reading | Selamat membaca #bookrecommendations #rekomendasibuku #rekomendasibukuhannah #reading #books #bookstan #membaca #booktok #booktokindonesia
BookTok adalah bukti nyata bahwa literasi bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan menghadirkan buku dalam format konten yang singkat, emosional, dan mudah dibagikan, BookTok berhasil melahirkan kembali semangat membaca di kalangan anak muda.
Sobat Holopis bisa melihat bahwa membaca kini bukan hanya aktivitas sunyi, melainkan bagian dari tren global yang menyatukan jutaan orang lewat kecintaan pada buku.


