Gaza Darurat Pangan, Ancaman Terus Memburuk


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menuding Israel sengaja menciptakan kelaparan di Jalur Gaza melalui blokade pasokan kebutuhan dasar. Kesengajaan ini pun sudah dimulai berbulan-bulan.

“Ini adalah kelaparan yang disengaja dan dibuat oleh Pemerintah Israel. Ini dampak langsung dari pelarangan pasokan makanan dan kebutuhan dasar lainnya selama berbulan-bulan,” ujar Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini di platform X, dikutip Holopis.com, Jumat (22/8).

Sejumlah badan PBB memperingatkan, operasi militer Israel yang semakin intensif ditambah pembatasan akses kemanusiaan akan memperparah krisis, menyebabkan meningkatnya jumlah kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas disebut sebagai kelompok paling rentan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahkan menyebut kondisi Gaza sebagai ‘neraka dunia’. Ia menegaskan, tak ada kata lain yang dapat menggambarkan situasi itu selain kelaparan.

Laporan terbaru menemukan akses pangan di Gaza masih sangat terbatas. Pada Juli 2025, jumlah rumah tangga yang melaporkan kelaparan parah meningkat dua kali lipat dibanding Mei, dan lebih dari tiga kali lipat di Gaza City. Hampir 40 persen warga mengaku tidak makan selama berhari-hari, dengan orang dewasa kerap melewatkan makan demi memberi jatah pada anak-anak.

“Setiap hari puluhan ribu orang mengantre berjam-jam berharap mendapat tepung atau kacang kalengan. Namun kebanyakan pulang tanpa membawa apa-apa,” kata Hadi Al-Sorani, ayah dua anak di Gaza.

“Saya terpaksa makan sekali sehari, menyimpan makanan untuk anak-anak saya,” pungkasnya,".

Tampilan Utama