JAKARTA – Masyarakat Indonesia saat ini sedang dihebohkan kasus seorang balita dari Sukabumi bernama Raya yang meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing. Hal itu diduga karena tidak ada penanganan yang cepat dari pihak rumah sakit, akibat keluarga Raya yang berada di bawah garis kemiskinan dan tidak ada identitas dokumen yang lengkap seperti KK, BPJS, dan lain-lain.
Menko PMK Pratikno mengatakan bahwa kejadian menyedihkan ini merupakan tamparan untuk negara, di mana langkah cepat, terukur, dan koordinasi lintas sangat dibutuhkan agar masakah kesehatan seperti ini tidak terulang lagi.
“Pemerintah aware, tanggap, dan segera bertindak. Kasus ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa masalah gizi buruk dan penyakit yang bisa dicegah tidak boleh berlarut,” kata Pratikno, dikutip Holopis.com, Jum’at (22/8).
Ia kemudian mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memperkuat posyandu dan pendampingan keluarga juga signifikan untuk memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.
“Dengan memperkuat posyandu, memperkuat data kesehatan, memperkuat pendampingan keluarga rentan, kami berkomitken memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan terlindungi,” lanjutnya.
Menko PMK kemudian melakukan rapat secara daring dengan pejabat Eselon I dan Eselon II Kemenko PMK untuk membahas isu kesehatan pada anak agar berbagai pihak dapat menyatukan pandangan mereka.
Sebagai informasi, seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia setelah ditemui banyak cacing sudah menggerogoti dari dalam tubuhnya. Salam sebuah video terlihat sejumlah cacing diangkat dari tubuh anak tersebut.
Bahkan ditemukan pula banyak telur atau larva yang sudah bersarang di tubuhnya. Diketahui, ibu Raya diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa, dan ayahnya menderita TBC.


