JAKARTA – Film animasi kontroversial Merah Putih One For All saat ini sudah memasuki hari keempat penayangannya di beberapa bioskop tanah air. Mulai dari trailer ditayangkan hingga resmi tayang di XXI, film ini tetap menjadi kontroversi dan terus dibahas netizen.
Terpantau Holopis.com pada Minggu (17/8), film ini masih tayang di tiga bioskop, yaitu Kelapa Gading XXI, Kemang Village XXI, dan Puri XXI. Namun justru ada yang berbeda di HUT RI ke-80 ini.
Film yang banyak dicibir netizen itu hanya tayang di delapan layar, di mana sebelumnya film ini tayang di 15 layar bioskop.
Hanya Ditayangkan XXI
Sementara itu, terlihat pula dari jadwal pembelian tiket bioskop yaitu TIX ID, film ini hanya ditayangkan di bioskop XXI. Namun bioskop-bioskop lainnya yang ada di Indonesia, seperti CGV, Cinepolis, dll tidak ikut menayangkan film yang diproduksu oleh Perfiki ini.
Bahkan sebelumnya Cinepolis mengumumkan bahwa mereka batal menayangkan film ini, tanpa menjelaskan di unggahan mereka apa alasan membatalkan film Merah Putih One For All yang tak berhenti dijadikan bahan ejekan oleh netizen di internet.
“Film #MerahPutih: One For All, yang sebelumnya dijadwalkan tayang untuk menyambut momen kemerdekaan, resmi tidak jadi ditayangkan di seluruh jaringan Cinépolis Indonesia,” tulis @cinepolisid.
Sebagai informasi, setiap kolom komentar unggahan film ini dipenuhi dengan ejekan dari netizen yang menilai betapa buruknya animasi film ini. Seorang netizen mengatakan film ini lebih cocok diproduksi di tahun 1980an.
“Konon film ini diproduksi tahun 1980, sengaja disimpan untuk memperingati hari kemerdekaan ke-80,” kata @kasturya6927.
Kemudian ada juga netizen yang mengaku sebagai siswa animasi, dan menangis melihat hasil karya tersebut.
“Gue yang belajar animasi menangis meronta-ronta 40 kali keliling melihat ini,” kata @VenomBlink-j7g.

