JAKARTA – Nina Carolina atau yang dikenal dengan sebutan Mpok Alpa meninggal dunia pada hari Jumat, 15 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB di RS Dharmais, Palmerah, Jakarta Barat dalam usianya yang ke 38 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya usai berjuang keras melawan kanker payudara yang ia idap kurang lebih 2 tahun terakhir.
Banyak catatan baik yang tersampaikan dari orang-orang dekat terkait sosok Mpok Alpa. Semasa hidupnya, ia merupakan sosok komedian yang ramah dan memiliki hati nurani yang baik. Profesinya sebagai komedian pun banyak memberikan senyum dan tawa bagi masyarakat.
Lantas sebagai seorang muslim, apa keuntungan Mpok Alpa yang meninggal di hari Jumat, atau hari yang dicap umat Islam sebagai hari raya dan hari baik tersebut. Ternyata sejumlah literasi Islam memberikan jawabannya.
Salah satunya adalah hadist dari Imam At Tirmidzi. Di mana diriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabada, barang siapa yang meninggal di hari Jumat, maka ia akan mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dari segala macam fitnah kubur.
ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر
Artinya : “Tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.
Fitnah kubur dalam Islam merujuk pada ujian atau cobaan yang akan dihadapi oleh setiap individu setelah kematian, yaitu di alam kubur. Di mana saat dua malaikat Munkar dan Nakir datang untuk bertanya tentang keimanan dan amal perbuatan, Allah memberikan kemudahan bagi mayit untuk menjawab semua pertanyaan dengan baik.
Fitnah kubur berbeda dengan azab kubur, di mana azab kubur adalah siksaan yang dialami oleh orang yang tidak lulus dalam fitnah kubur.
Sebagai catatan, hadist yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi tersebut masih dianggap lemah oleh sejumlah ulama khosh, karena status hadist yang dianggap belum kuat karena hanya bersumber dari satu orang. Pun tidak bisa secara haq dijadikan argumentasi tentang kebenaran hadist, namun literasi lain memberikan kesempatan untuk menjadikan keyakinan wafat di hari Jumat menyisakan kebaikan.
Hal ini tersampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim. Hadist tersebut berbunyi :
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال:«خَيْرُ يَومٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَومُ الجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلا تَقُومُ السَّاعَةُ إلَّا فِي يَومِ الجُمُعَةِ». أخرجه مسل
Artinya : “Dari Abu Huraira ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik hari di mana matahari terbit padanya adalah hari Jum’at, di hari itu Adam dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu Adam dikeluarkan dari surga dan hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at'”. (HR Muslim).
Dikutip dari NU Online, ditulis bahwa Syekh Abdur Rauf Al Manawi dalam kitab Faidl Al Qadir juz 5 menerangkan, bahwa dicabutnya nyawa seorang Muslim dan Mukminin pada hari Jumat akan mendapatkan keberkahan dan kerahmatan dari Allah SWT.
وما قبض مؤمن في هذا اليوم الذي أفيض فيه من عظائم الرحمة ما لا يحصى إلا لكتبه له السعادة والسيادة فلذلك يقيه فتنة القبر
Artinya : “Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmat-Nya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur”.

