Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

BMKG: Banyak Warga Abaikan Peringatan Dini, Padahal Waktu Evakuasi Cukup Panjang

0 Shares

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengabaikan peringatan dini bencana, meskipun informasi tersebut telah disampaikan jauh sebelum kejadian. Akibatnya, potensi korban dan kerugian seringkali meningkat karena keterlambatan evakuasi.

“Peringatan dini sudah diterima, aparat setempat sudah menyampaikan siaga, tapi ada yang malah tidur lagi. Padahal seharusnya menjauh dari lokasi berbahaya,” ujar Dwikorita saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

- Advertisement -

Menurutnya, tantangan terbesar adalah mengubah perilaku masyarakat agar segera melakukan tindakan penyelamatan diri begitu menerima peringatan.

Hal ini menjadi semakin krusial karena bencana sering terjadi pada waktu tidak terduga, seperti tengah malam atau saat liburan.

- Advertisement -

Ia mencontohkan peringatan tsunami akibat gempa di Rusia, di mana informasi disampaikan enam jam sebelum gelombang tiba.

“Dengan waktu sepanjang itu, seharusnya evakuasi bisa dilakukan dengan aman. Tantangan lebih berat kalau waktu evakuasi hanya 3 jam, apalagi kurang dari 30 menit,” jelasnya.

BMKG sendiri selalu memantau potensi bencana melalui analisis dan pemodelan berbasis data monitoring, dengan prediksi cuaca buruk yang dapat diinformasikan sejak sepekan sebelumnya. Jika kondisi berubah, pembaruan dilakukan secara berkala setiap tiga jam.

Informasi peringatan dini disalurkan melalui berbagai saluran, seperti SMS ke ponsel warga di wilayah terdampak, aplikasi Info BMKG, media sosial, situs resmi, radio, hingga televisi.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dan pemerintah daerah.

“Contohnya, jika hujan diprediksi dengan curah lebih dari 150 milimeter, maka bisa dilakukan modifikasi cuaca atau pengerukan sungai untuk mengantisipasi banjir,” terang Dwikorita.

Meski sistem peringatan dini dan koordinasi antarinstansi sudah berjalan, Dwikorita menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah faktor penentu keberhasilan mitigasi.

“Koordinasi pemerintah sudah ada, tapi aksi masyarakat harus dikawal. Kalau sudah ada peringatan dini, jangan tunggu bencana datang baru bergerak,” tegasnya.

BMKG berharap, melalui edukasi berkelanjutan dan kepatuhan terhadap peringatan dini, risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru