“Makanya dalam pertemuan ini kami ingin memberitahukan dan memaparkan isu-isu yang kami angkat tersebut kepada Kemenpora, supaya sinkron dengan visi dan misi Indonesia, khususnya di bidang kepemudaan,” kata Farah.
Isu-isu tersebut terbagi dalam lima track, pertama yaitu keberlanjutan lingkungan. Kedua, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Ketiga yaitu AI, inovasi digital, pengembangan keahlian, dan masa depan pekerjaan. Keempat, keterlibatan pemuda dan reformasi multilateral. Hingga kelima, pengembangan sosial inklusif dan tantangan ketidakrataan.
“Insyaallah setelah Y20 Summit, kami akan kembali ke Indonesia dan akan melakukan post-summit. Di mana nanti hasil dari apa yang kami lakukan dalam pertemuan ini dan informasi yang kami dapatkan akan kami sampaikan,” terang Farah.
Menpora Dito menyampaikan terima kasih atas kedatangan Delegasi Indonesia yang akan berangkat ke ajang Y20. Menpora mengucapkan selamat atas para delegasi yang terpilih, yang akan mewakili Indonesia pada forum kepemudaan internasional tersebut.
“Selamat untuk teman-teman. Tentunya keikutsertaan kalian nantinya akan memberikan pengalaman baru yang sangat seru,” ujar Menpora Dito.
Menpora menyebut isu-isu yang akan dibawa delegasi Indonesia ini merupakan sesuatu yang sangat baik, yang sejalan misi utama Asta Cita dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
“Harapannya isu-isu tersebut bisa diasah lebih lanjut dalam forum Y20 di Afrika Selatan, dan ketika kembali ke Indonesia bisa diaplikasikan bersama-sama Kemenpora,” tutur Menpora Dito.
Kemenpora, imbuh Menpora, mendukung penuh apa yang dilakukan IYD melalui keikutsertaan dalam Y20. Keberadaan organisasi kepemudaan seperti IYD yang memberikan sumbangsih konkret inilah yang menurut Menpora Dito perlu untuk diperbanyak.
“Pastinya kami mendukung penuh. Kami membutuhkan talenta-talenta muda untuk membantu di kementerian ini, baik secara langsung maupun tidak langsung langsung,” ujar Menpora.
Hadir mendampingi Menpora Dito dalam pertemuan ini di antaranya Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Yohan, Staf Khusus Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga Hasintya Saraswati, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Mikha Tambayong, serta Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Esa Sukmawijaya.


