MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Islam Bukan Ajaran Baru, Tapi Kelanjutan Taurat dan Injil

0 Shares

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa ada hubungan baik antara umat beragama jika merujuk pada kisah kenabian Nabi Muhammad SAWn menurut Ken Setiawan. Dengan demikian, ia pun menekankan sekalipun soal aqidah ada perbedaan antara umat Islam dengan umat agama lain, jangan sampai membuat perpecahan.

“Jadi tidak ada alasan saat ini kita membenci umat agama lain atas nama agama. Bahkan dalam sejarah ada romongan pendeta dan jemaatnya meminta ijin untuk melakukan ibadah, nabi Muhammad justru memberikan ijin agar pendeta dan jemaatnya melakukan ibadah kebaktian di Masjid Nabawi,” tukasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Ken Setiawan menerangkan bahwa pada masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, Islam memberikan teladan tentang toleransi dan kebebasan beragama. Salah satu peristiwa yang mencerminkan hal ini adalah ketika Nabi Muhammad mengizinkan delegasi Nasrani dari Najran untuk beribadah di Masjid Nabawi. Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan sikap terbuka Nabi, tetapi juga menjadi simbol bagaimana umat Islam dan Non-Muslim dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.

“Bahkan dalam Perjanjian Najran ada perjanjian damai yang dibuat antara Nabi Muhammad dan Tokoh Kristen pada tahun 628 Masehi,” papar Ken.

- Advertisement -

Dilanjutkan Ken, bahwa perjanjian ini menjamin keamanan, perlindungan, dan keselamatan kaum Nasrani Najran, serta memberikan kebebasan beragama bagi mereka. Jelas Nabi Muhammad juga memberikan himbauan kepada umat Islam jika ada umat kristen membangun tempat ibadah, diharapkan umat islam dapat membantu dan jangan dijadikan sebagai utang.

“Di dalam Al-Qur’an juga mengakui keberadaan Taurat dan Injil sebagai kitab suci, jadi Islam adalah rekonstruksi ajaran Taurat dan Injil lebih tepat dipahami sebagai kelanjutan dari ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya,” tandasnya.

Jadi bila ada kesamaan kisah di dalam kitab suci antara ajaran Taurat Injil dan Alquran, Ken menyebut hal itu karena memang ada keterkaitan dengan peradaban sebelumnya. Sehingga bagi Ken Setiawan, justru fakta tersebut harus menjadi penguat persaudaraan antar umat beragama di Indonesia.

“Toleransi bukan berarti melemahkan keyakinan Islam, tetapi justru memperkuat nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan kasih sayang yang menjadi inti ajaran Islam,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Lampung Pdt Daniel, mengatakan tujuan dari kegiatan dialog ini adalah untuk membangun pemahaman yang lebih baik antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan menjaga keharmonisan sosial.

Pdt Daniel mengapresiasi kehadiran Ken Setiawan yang dikenal sebagai tokoh pejuang toleransi, dapat memberikan nuansa baru, membuka ruang dialog, dan mempererat tali silaturahmi antar umat beragama.

“Hal ini bisa menjai pengalaman yang menyejukkan dan memperkaya pemahaman tentang keberagaman, dan ini akan kita lamnjutkan kegiatan yang lebih besar lagi di seluruh kabupaten Kota Se Provinsi Lampung,” kata Pdt Daniel.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru