Dinkes Pati Pastikan Tak Ada Korban Jiwa di Aksi 13 Agustus

JAWA TENGAH - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Lucky Pratugas Narimo menyampaikan informasi soal pelurusan kabar jika ada korban jiwa dalam aksi unjuk rasa mendesak Sudewo mundur sebagai Bupati Pati pada hari ini, Rabu 13 Agustus 2025.

Dalam laporan yang ia dapatkan dari jajaran usai melakukan koordinasi dengan seluruh rumah sakit dan puskemas yang ada, jumlah korban sebanyak 57 orang. Semuanya dalam kondisi baik luka berat maupun ringan.

"Data yang kami himpun dari 11 rumah sakit dan juga Puskesmas yang kami koordinasikan, bahwa untuk korban luka ringan maupun luka berat yang saat ini dirawat ini sampai dengan pukul 15.11 WIB sejumlah 57 orang," kata Lucky dalam keterangan persnya, Rabu (13/8/2025).

Dari total korban yang sedang dirawat di layanan kesehatan Kabupaten Pati, tidak ada korban jiwa di dalamnya.

"Tidak ada korban meninggal dunia. Jadi semua korban dalam kondisi aman, terkendali," ujarnya.

Data ini menjadi update dari informasi yang sempat diutarakan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengan Kombes Pol Artanto. Di mana sebelumnya ia mengatakan jika total korban ada 36 orang.

"Korban ada 34 orang, saat ini sedang diobati dan dirawat. Ada yang sudah dipulangkan. Ada 7 atau mungkin lebih dari anggota Polri. Luka-luka lebam, luka bocor kepala, robek kulit karena aksi anarkis ini," kata Artanto.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa terjadi "geger geden" di Kabupaten Pati menyusul kebijakan yang sempat akan diberlakukan oleh Bupati Pati Sudewo, yakni menaikkan pajak bumi dan bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB P-2) sebesar 250 persen. Sontak kebijakan tersebut mendapatkan penolakan dari warga.

Bukannya mau mendengarkan aspirasi rakyat, Bupati Sudewo malah menantang agar masyarakat melakukan demonstrasi jika tetap mau protes atas kebijakannya tersebut. Sudewo menyebut jangan hanya 5 ribu orang, bahkan 50 ribu orang pun tak akan membuatnya gentar dan membatalkan kebijakannya itu.

Ucapan tersebutlah yang akhirnya semakin memperparah keadaan. Masyarakat yang resah dengan ucapan dan sikap Sudewo melakukan demonstrasi besar di depan Pendopo Kabupaten Pati pada hari Rabu, 13 Agustus 2025. Dikabarkan ada sekitar 100.000 orang tumpah ruah ikut berunjuk rasa yang semula menentang kebijakan kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen, menjadi desakan mundurnya Sudewo dari jabatannya sebagai Bupati Pati.

Dalam paparan Artanto, aksi massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sempat damai. Namun mendadak chaos setelah disebut kedatangan massa aksi anarkis yang memicu situasi rusuh. Antara masyarakat dan aparat pun akhirnya saling serang. Polisi memukul mundur dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air dari Watercanon. Sementara masyarakat melempar batu, botol air kemasan, hingga sayur busuk ke arah aparat.

"Menjelang siang hari muncul kelompok lain yang bersifat anarkis sehingga merusak suasana aksi unjuk rasa yang damai, yang mengakibatkan situasi eskalasinya menjadi meningkat dan chaos," terang Artanto.

Oleh : Muhammad Ibnu Idris
Tampilan Utama