Aragon Merdeka Master 2025 terbuka bagi atlet dari berbagai kategori umur, mulai dari U14 hingga U21, serta kategori terbuka (Open). Seluruh pertandingan dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi internasional yang ditetapkan Fédération Equestre Internationale (FEI), termasuk penerapan kode etik kesejahteeraan kuda.
Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo mengatakan, kejuaraan ini juga dilaksanakan di malam hari yang juga menjadi upaya dari pemerintah melalui Kemenpora untuk mendorong sportainment lebih berkembang untuk equestrian.
“Kegiatan ini kita dapat karena banyak negara di Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait, Abu Dhabi, Dubai itu juga menyelenggarakan acara serupa di malam hari dan sukses sekali. Jadi, kita harap bisa maju dan bisa mengundang lebih banyak yang nonton sesuai dengan programnya Pak Menpora yang kita mengedepankan sportainment menjadi destinasi wisata,” tuturnya.
“Kita mendapat arahan Bapak Presiden untuk juga fokus ke SEA Games, Asian Games, SEA Games lagi di Malaysia menjelang Olimpiade 2028 LA, ini tidak mudah butuh investasi yang sangat besar karena persiapan multi tahun. Untuk itu, kita padukan atletnya dan kudanya dari dini. Kita harap nanti berkuda Indonesia tidak hanya lolos (olimpiade) tapi juga berprestasi,” harapnya.


