JAKARTA – Pep Guardiola tiba-tiba menyebut nama tiga pelatih, termasuk Jurgen Klopp, jelang bergulirnya musim 2025/2026. Ada apa dengan Klopp?
Klopp adalah eks pembesut Liverpool. Selama waktunya di Anfield, dari 2015 hingga 2024, ia berhasil megembalikan kejayaan Liverpool, tak hanya di kompetisi domestik maupun zona Eropa.
Ia menyudahi penantian panjang Liverpool di kasta teratas Inggris usai memenangkan Premier League 2019/2020. Semusim sebelumnya, Klopp mempersembahkan trofi Liga Champions 2018/2019.
Lalu, mengapa Pep Guardiola menyinggung nama Klopp? Ternyata, lewat sebuah tayangan di HaytersTV, seperti dilansir Give Me Sport belum lama ini, juru taktik Manchester City mengaku kalau Klopp adalah rival abadinya di Liga Inggris.
Rivalitas itu membuat Guardiola terus mawas diri sehingga berdampak positif baginya. “Jurgen Klopp membuat saya menjadi manajer yang lebih baik,” kata Guardiola.
Dengan gaya berseloroh, mantan pembesut Barcelona dan Bayern Munchen asal Spanyol itu juga mengaku merasa bisa tidur nyenyak setelah Klopp meninggalkan Liverpool.
Selain Klopp, ada dua pelatih lagi yang menjadi saingan Guardiola yakni Jose Mourinho dan pelatih Arsenal Mikel Arteta.
Jose Mourinho, yang kini melatih Fenerbahçe, pernah bersaing dengan Guardiola ketika masih sama-sama di La Liga Spanyol. Guardiola membesut Barcelona, Muorinho membidani Real Madrid. Keduanya menjadi rivalitas panas di El Clasico.
Keduanya kembali bertarung di Inggris, waktu Mourinho menakhodai Manchester United dan Tottenham Hotspur. “Jose Mourinho juga membuat saya menjadi manajer yang lebih baik,” aku Guardiola.
Bagaimana dengan Mikel Arteta yang tak lain merupakan mantan asisten Guardiola di Man City? “Mikel Arteta sekarang membuat saya menjadi manajer yang lebih baik,” kata Guardiola.

