JAKARTA – Film animasi Merah Putih One For All saat ini menjadi bulan-bulanan karena kualitasnya yang dianggap sangat buruk. Film animasi itu digadang-gadangkan akan tayang di bioskop pada 14 November mendatang, dalam rangka menyambut HUT RI ke-80. Namun, banyak netizen yang memberikan kritik bahwa film itu terlalu buruk untuk ditayangkan.
Bahkan ada netizen yang dengan blak-blakan meminta tim produksi untuk tahu diri dan tidak menayangkan proyek mereka tersebut di layar lebar.
“Bukannya tidak mendukung industri lokal, tapi pentingnya di sini akan TAHU DIRI. Minimal bisa bedain mana animasi yang layak dan tidak layak. Animasi kayak gini siapa yang mau lihat di bioskop? Bagusan juga tugas animasi anak kuliahan” kata @assignment6663, dikutip Holopis.com, Senin (11/8).
Ada juga netizen yang menangis sebagai seseorang yang sedang mempelajari animasi.
“Gue yang belajar animasi menangis meronta-ronta 40 kali keliling melihat ini,” kata @VenomBlink-j7g.
Siapa Dibalik Tim Produksi Film Animasi Merah Putih One For All?
Film ini diketahui disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari, yang juga berperan sebagai penulis naskah. Endiarto bahkan juga berperan sebagai produser eksekutif dan merupakan penggagas dari proyek ini. Rumah produksi di balik film animasi ini adalah Perfiki Kreasindo.
Namun terlihat dari akun Instagram Perfiki.TV, rumah produksi ini belum ada lagi memproduksi film apa pun.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 mendatang menjelang ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80 pada 17 Agustus mendatang. Bahkan ada promo harga tiket Rp17.000 bagi yang menonton pada 17 Agustus 2025.

