Tips Posisi Seks untuk Pasutri yang Ingin Anak Perempuan

Konten Dewasa
0 Shares

Berita Relasi :

JAKARTA – Banyak pasangan suami istri berharap memiliki anak perempuan untuk melengkapi kebahagiaan keluarga. Secara biologis, jenis kelamin bayi ditentukan oleh sperma. Sperma X akan menghasilkan anak perempuan, sementara sperma Y menghasilkan anak laki-laki.

Teori populer seperti metode Shettles menyebutkan bahwa waktu berhubungan dan posisi seks dapat memengaruhi peluang keberhasilan sperma X dalam membuahi sel telur.

Advertorial

Sperma X bergerak lebih lambat tetapi lebih tahan lama dalam lingkungan yang asam, sedangkan sperma Y lebih cepat namun mudah mati. Karena itu, waktu berhubungan seks  disarankan dilakukan 2 hingga 3 hari sebelum ovulasi, saat kondisi tubuh wanita cenderung lebih asam.

Lingkungan ini memberi keuntungan bagi sperma X untuk bertahan sampai masa subur tiba. Selain waktu, posisi saat berhubungan juga dapat memberi pengaruh tertentu pada kedalaman penetrasi dan jarak sperma menuju sel telur.

Ini dia Sobat Holopis, beberapa posisi seks yang dapat meningkatkan kemungkinan memiliki anak perempuan.

1. Posisi Misionaris Klasik

Posisi ini dianjurkan karena memungkinkan penetrasi yang dangkal. Ejakulasi terjadi lebih jauh dari leher rahim, memberi sperma X waktu lebih lama untuk mencapai sel telur. Posisi ini juga menciptakan suasana yang lebih rileks dan lembut, yang diyakini mendukung pembuahan oleh sperma perempuan.

2. Posisi Wanita di Atas (Woman On Top)

Posisi ini juga memberi kontrol penuh pada istri terkait kedalaman penetrasi. Dengan posisi yang dangkal, sperma harus menempuh jarak lebih jauh, memberi keunggulan pada sperma X yang lebih tahan hidup. Beberapa pasangan memilih posisi ini karena memberi kenyamanan tambahan bagi istri.

3. Tanpa Bantal Penyangga

Hindari meletakkan bantal di bawah panggul istri karena hal ini bisa membuat posisi penetrasi menjadi lebih dalam. Penetrasi yang dalam lebih menguntungkan sperma Y. Sebaliknya, posisi datar tanpa sudut tajam diyakini memberi peluang lebih besar bagi sperma X.

Selain itu, dianjurkan agar istri tidak mencapai orgasme saat berhubungan, karena orgasme bisa meningkatkan kadar pH vagina menjadi lebih basa. Lingkungan basa akan lebih menguntungkan sperma Y, sedangkan lingkungan asam cenderung lebih mendukung kelangsungan hidup sperma X.

Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares

Berita Terbaru

Jangan Lewatkan