JAKARTA – Selvi Gibran Rakabuming bersama anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Era Kabinet Merah Putih menghadiri Kick Off ‘Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah)’.
Kegiatan itu sekaligus sekaligus Groundbreaking Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional yang merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Cinta Laut, bertempat di Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Rabu (6/8).
Kegiatan itu sebagai bukti pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk berkomitmen dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan.
Dalam pesannya, Selvi Gibran mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal menciptakan laut yang sehat. Ia menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kita semua harus menjaga lingkungan kita agar lingkungan kita bersih, lestari, sehat, dan bebas sampah,” kata Selvi dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Ia juga menekankan dampak negatif dari pencemaran laut terhadap ekosistem dan manusia, seraya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik. Menurut Selvi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), sampah plastik dapat didaur ulang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis, seperti dompet, tas, dan tempat pensil.
“Sampah itu juga bisa diolah, bisa dijadikan sesuatu yang punya nilai lagi. Kalau tadi hasil kerajinannya bagus, itu bisa dijual kembali,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Selvi mendorong kolaborasi lintas sektor dalam gerakan lingkungan ini. Seruni, sebagai mitra pemerintah, diharapkan dapat menjadi jembatan kerja sama dengan berbagai pihak demi mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
“Saya yakin banyak sekali pihak yang siap mengulurkan tangannya untuk bekerja bersama kita [Seruni], untuk menjaga lingkungan kita, untuk melestarikan lingkungan kita,” ungkapnya optimistis.
Sebagai informasi, Indonesia menghasilkan lebih dari 50 juta ton sampah per tahun, dan sebagian besar di antaranya berpotensi mencemari ekosistem laut dan pesisir. Untuk itu, program “Laut Sebasah” ditujukan sebagai strategi jangka panjang yang tidak hanya menargetkan pengurangan sampah laut secara signifikan hingga 2029, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

