TNI Tembak Mati Wenda Bersaudara di Lanny Jaya

1 Shares

JAKARTA – TNI mengklaim telah menembak mati petinggi teroris Papua atau OPM (Organisasi Papua Merdeka) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa identitas pelaku adalah wakil panglima Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda bersama adiknya Dani Wenda.

- Advertisement -

Tindakan tersebut bermula dari adanya laporan warga mengenai posisi para pelaku. Berbekal informasi tersebut, petugas pada Selasa (5/8) pukul 16.30 WIT kemudian mendatangi pelaku di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Pada saat penyergapan, para teroris Papua itu pun berusaha melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling tembak.

- Advertisement -

“TNI pun merespons dengan tindakan yang terukur sesuai prosedur. Dalam kontak senjata tersebut, Mayer Wenda tewas di tempat bersama satu orang lainnya yang diduga merupakan adiknya, Dani Wenda,” kata Kritomei dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (6/8).

Usai baku tembak, petugas menggeledah barang-barang yang ada di tubuh pelaku. Dimana dari hasil penggeledahan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk senjata api jenis revolver, 24 butir peluru, 2 kartu identitas atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda.

Selain itu, petugas juga menyita dua unit ponsel, uang tunai sebesar Rp 65.000 dan satu buah noken.

“Sedangkan jenazah saat ini dibawa ke RSUD Wamena untuk keperluan identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.

Kristomei menjelaskan bahwa Mayer Wenda merupakan salah satu nama yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014.

Hal itu karena keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk penyerangan Mapolsek Pirime (2012), pembunuhan terhadap anggota Polri di Tolikara (2012), serta penyerangan dan pengadangan aparat keamanan di wilayah Lanny Jaya pada 2014.

Kristomei menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Setiap langkah prajurit dalam operasi ini dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menekankan selain pendekatan militer, TNI tetap mengedepankan cara-cara teritorial yang humanis dan dialogis guna menciptakan stabilitas jangka panjang di Papua.

“TNI terus berkomitmen menjaga kedaulatan dan memberikan perlindungan bagi seluruh rakyat Papua. Selain itu, TNI juga membuka ruang bagi anggota OPM yang ingin kembali ke pelukan NKRI dan bersama-sama membangun Papua yang damai dan sejahtera,” tutupnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
1 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru