“Biasanya seperti event-event seperti ini bukan hanya atletnya atau ASN-nya yang bertanding tetapi banyak suporternya. Tentu kami harap bisa lebih banyak yang datang ke Bumi Sriwijaya sehingga event ini bisa meningkatkan wisata dan pergerakan ekonomi khususnya UMKM,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan telah adanya PKS bersama LPDUK Kemenpora | Inaspro maka diharapkan akan mendukung hadirnya banyak sponsor. Sehinga pada gilirannya akan menambah geliat industri olahraga di Bumi Sriwijaya. “Sponsor kita yang terdekat dengan Sumsel yaitu Bank Sumsel dan juga ada BUMN lainnya maka kita menggandeng LPDUK untuk mendatang sponsor lainnya,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur LPDUK Kemenpora | Inaspro, Ferry Kono mengemukakan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu mitra utama lembaga yang kini dipimpinnya. Sebab, kerjasama dan sinergi sudah dijalankan kedua pihak pada beberapa event sebelumnya. Sejak Asian Games 2018 Jakarta-Palembang hingga FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Nasional) VI di Sumsel Tahun 2022.
“Tentu kita mengapresiasi. Sekali lagi kalau mengacu kepada event sebelumnya di Sumsel. Mulai dari Asian Games dan Pornas antara LPDUK dan Pemda Sumsel bisa bekerja sama. Pengelolaan dana sponsornya cukup besar. Insya Allah ini akan bisa dilaksanakan lagi. Ini juga penghargaan untuk Pemprov Sumsel karena merupakan legacy dari Asian Games itu bisa terus digunakan untuk event-event olahraga sehingga segala bentuk investasi pemerintah masih berjalan secara baik. Inilah mengapa tanpa berpikir panjang kami atas izin Mas Menteri (Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo) mendukung penuh,” jelas Ferry Kono.
Menurutnya, kehadiran LPDUK | Inaspro ini mendukung imbauan Menpora Dito agar Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora ini bisa hadir ke setiap pemerintah daerah. Terutama untuk event olahraga yang didalamnya ada dana APBN atau APBD sehingga untuk dana komersialnya bisa dicatatkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Ini sebuah bentuk transparasi untuk penyelenggaraan event yang menggunakan dana APBN dan APBD. Kami sudah diskusi panjang tentang bagaimana event ini bisa mendorong bisnis dari satu event,” kata Ferry.
Dia berharap, kerja sama bukan hanya untuk Pornas KORPRI, namun juga tentang event-event internasional apa yang bisa Inaspro dapat hadirkan ke Sumsel. “Karena sesuai arahan Mas Menteri LPDUK menjadi Inaspro sehingga kita diminta terus aktif mendorong banyak event dengan fokusnya bagaimana industri olahraga makin berkembang sehingga tidak hanya memikirkan pertandingan saja tetapi juga mengelola bagaimana penontonnya dan pesertanya sehingga efek-efek ekonominya bisa berkembang,” paparnya.
Sumsel, sebagai salah satu daerah di luar Jakarta yang destinasi olahraga dan pariwisata bagus, Ferry yakin acara ini bisa membawa atlet yang banyak. Tak hanya atlet, juga bisa hadir suporter dan keluarganya untuk menambah kesemarakkan seperti yang terjadi di FORNAS 2025 di NTB. Fasilitas yang ada di Sumsel, seperti akomodasi dan transportasi, juga sangat baik sehingga dapat mengatasinya.

