Bencana Kekeringan Landa Jawa Tengah
JAKARTA - Sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Tengah mulai mengalami bencana kekeringan dan membuat warga mulai mengalami kesulitan air bersih.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, wilayah Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar di Kabupaten Demak mengalami kekeringan akibat hujan yang sudah tidak turun di wilayahnya sejak beberapa hari lalu.
"BPBD Kabupaten Demak segera melakukan dropping air bersih. Sebanyak 1 tangki air dengan jumlah 5.000 liter disitribusikan kepada warga di desa tersebut untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari warga," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (6/8).
Abdul menjelaskan bahwa di Desa Bojong Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap juga mengalami kekeringan akibat ketersedian air yang kurang.
BPBD Kabupaten Cilacap melakukan dropping air bersih sebanyak 2 tangki atau sebanyak 2 tangki air kepada warga di desa tersebut. Hal yang sama juga dilakukan di Kecamatan Kalimalang, Kabupaten Klaten.
"Empat desa mengalami kekeringan yakni Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo," tukasnya.
Abdul kemudian menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Klaten mendistribusikan air kepada warga dengan total 60.000 liter air atau 12 tangki air.
Beberapa wilayah di Tanah Air telah memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Menyikapi hal tersebut, Abdul mengimbau khususnya kepada enam provinsi prioritas penanganan karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan munculnya hotspot yang dapat memicu karhutla.
"Masyarakat diharapkan tidak membakar apapun di dekat lahan yang berpotensi terbakar. Pemerintah akan memberlakukan penegakan hukum kepada siapapun yang dengan sengaja membakar lahan tanpa izin," imbaunya.