Korban Tewas Gaza Meningkat, Padahal Sedang Cari Sumber Bantuan
JAKARTA - Sebanyak 40 masyarakat Palestina meninggal dunia akibat serangan Israel, termasuk 10 orang yang sedang mencari bantuan kemanusiaan. Sementara itu, lima orang lainnya meninggal dunia karena kelaparan dan kekacauan yang terjadi di wilayah itu.
Seorang pelayat mengatakan siapa pun yang datang untuk mencari bantuan malah meninggal dunia. Tidak ada satu orang pun yang selamat setelah hanya mencari bantuan demi bertahan hidup.
“Setiap orang yang pergi ke sana, pulang dengan membawa sekantong tepung atau digendong sebagai martir atau terluka. Tidak seorang pun pulang dengan selamat,” demikian disampaikan seorang pelayat bernama Bilal Thari, di RS Al Shifa, dikutip Holopis.com, Selasa (5/8).
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sekitar 1.000 orang meninggal dunia ketika mencoba mengakses bantuan dari GHF sejak mereka beroperasi di bulan Mei.
Namun, pihak militer Israel mengaku bahwa mereka tidak melepaskan tembakan di pusat distribusi bantuan di Gaza. Mereka mengklaim sudah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan aliran bantuan, termasuk seperti menghentikan operasi militer di beberapa daerah.
PM Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan melakukan pertemuan dengan kabinet keamananya untuk menginstruksikan militernya dalam memenuhi tujuan perang mereka di Gaza.
“Kita harus terus bersatu dan berjuang bersama untuk mencapai semua tujuan perang kita, mengalahkan musuh, membebaskan sander akita, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel,” kata Netanyahu.
Perlu diketahui, saat ini Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa saat ini sudah ada total 180 orang meninggal dunia akibat kelaparan, termausk di antaranya 93 anak-anak.
PBB juga mengatakan bahwa bantuan yang diizinkan masuk di Gaza tidak memenuhi kebutuhan untuk menangani ancaman kelaparan di sana. Saat ini, Pemerintah di Gaza mengatakan lebih dari 600 truk bantuan sudah masuk ke Gaza sejak Israel melonggarkan perbatasan. Namun bantuan itu masih dijarah oleh warga sipil dan juga kelompok bersenjata yang sudah putus asa.