JAKARTA – Mengawali hari rasa sakit kepala, apalagi jika selalu terjadi setiap pagi, pastinya dapat mengganggu semangat dan produktivitas. Tidak sedikit orang yang mengalami sakit kepala justru di pagi hari, bahkan sebelum beraktivitas. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal dari pola hidup yang kurang ideal.
Jika hal ini terjadi berulang, Sobat Holopis perlu mengevaluasi kembali rutinitas harian serta kebiasaan yang mungkin menjadi penyebabnya.
1. Kurang Tidur atau Tidur Tidak Berkualitas
Salah satu penyebab utama sakit kepala di pagi hari adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk. Tidur yang tidak nyenyak, sering terbangun tengah malam, atau kebiasaan tidur terlalu larut bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan sirkulasi darah di otak. Akibatnya, kepala terasa berat atau berdenyut begitu bangun tidur. Penting untuk menjaga durasi tidur yang cukup, yakni sekitar 7–9 jam per malam, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dan minim gangguan.
2. Dehidrasi Setelah Tidur
Selama tidur, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam. Jika Sobat Holopis tidak cukup minum air sebelum tidur atau punya kebiasaan menghindari minum di malam hari, risiko dehidrasi saat bangun akan meningkat. Kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala yang terasa seperti tertekan atau tertarik. Solusinya, pastikan asupan air cukup sepanjang hari dan minum segelas kecil air putih sebelum tidur untuk membantu tubuh tetap terhidrasi.
3. Kafein Berlebihan atau Penarikan Kafein
Jika Sobat Holopis terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari, lalu tiba-tiba berhenti atau mengurangi asupan secara drastis, tubuh bisa mengalami gejala ‘withdrawal’. Salah satunya adalah sakit kepala di pagi hari. Sebaliknya, konsumsi kafein yang terlalu banyak juga bisa memicu ketegangan pada pembuluh darah otak, memunculkan rasa nyeri di kepala. Jaga pola konsumsi kafein agar tetap seimbang dan tidak bergantung berlebihan.
4. Posisi Tidur yang Salah
Sakit kepala juga bisa dipicu oleh postur tidur yang tidak mendukung struktur leher dan tulang belakang. Bantal yang terlalu tinggi atau posisi leher yang menekuk bisa membuat otot di sekitar kepala dan bahu menjadi tegang. Akibatnya, saat bangun pagi, muncul rasa pegal yang menjalar hingga kepala. Pilih bantal dengan tinggi yang sesuai dan tidur dalam posisi netral agar otot dapat beristirahat secara optimal.
5. Stres dan Kecemasan yang Menumpuk
Kondisi mental yang tidak stabil sering kali ikut berpengaruh pada kesehatan fisik. Beban pikiran sebelum tidur bisa membuat otak sulit benar-benar beristirahat, bahkan saat tubuh sedang tidur. Akibatnya, Sobat Holopis bangun dengan kepala yang terasa penuh, berat, atau bahkan berdenyut. Untuk mencegahnya, coba biasakan relaksasi ringan sebelum tidur, seperti membaca buku, bernapas dalam, atau mendengarkan musik tenang.
Sobat Holopis, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika keluhan ini terus berulang atau disertai gejala lain yang mengganggu. Jaga terus kesehatan, ya!

