Ngeri, 3 Kebiasaan Sepele Ini Bisa ‘Menggerogoti’ Otak!

0 Shares

JAKARTA – Pernah merasa seharian susah fokus, cepat lelah, atau gampang bad mood? Padahal tidur cukup dan gak ada masalah besar? Bisa jadi penyebabnya bukan dari luar, tapi dari rutinitas kecil yang Sobat Holopis anggap sepele.

Menurut influencer kesehatan, dr. Nadia Alaydrus, ada 3 (tiga) kebiasaan-kebiasaan sepele yang sebenarnya bisa merusak otak dari dalam, yang pada akhirnya membuat mood gampang berubah dan bikin seharian gak fokus.

- Advertisement -

kebiasaan pertama yakni langsung buka handphone (HP) saat bangun tidur. Nadia menjelaskan, bahwa bangun tidur adalah fase otak manusia dominan berada pada gelombang alfa, kondisi ideal untuk menenangkan diri, memantapkan niat, dan membangun mood positif.

Namun sayangnya, banyak dari kita justru langsung bermain HP, membuka media sosial, mengecek notifikasi, atau bahkan membaca berita-berita yang penuh konflik dan intrik.

- Advertisement -

“Kalo kalian itu bangun tidur langsung buka medsos, itu sama aja kalian langsung nyemplung ke stres digital dan bikin overstimulasi dan akan mengacaukan fokus seharian,” ujar Nadia dalam unggahan di akun Instagramnya, dikutip Holopis.com, Minggu (3/8).

Stimulasi visual dan informasi yang berlebihan di momen emas ini bisa mengacaukan sistem saraf otak yang masih dalam tahap pemanasan. Akibatnya, bukan cuma mood yang anjlok, tapi kemampuan fokus dan produktivitas juga drop seharian penuh.

Hal ketiga yang sering dianggap sepele, tapi berdampak buruk terhadap kesehatan adalah kebiasaan negative self talk, atau berbicara tentang hal negatif kepada diri sendiri.

Coba Sobat Holopis ingat, berapa kali dalam sehari Sobat mengatakan ‘Aku emang bodoh’ atau ‘Aku pasti gagal lagi’ ke diri sendiri. Mungkin niatnya cuma bercanda atau kebiasaan iseng saja, tapi ternyata efeknya bagi otak bisa luar biasa.

Menurut Nadia, bicara negatif ke diri sendiri bukan sekadar melemahkan mental, tapi juga menyebabkan reaksi biologis yang nyata. “Self-criticism berlebih itu akan memicu area otak yang sama dengan respon rasa sakit,” jelasnya, mengutip studi yang ada.

Artinya, otak kita tidak bisa membedakan antara rasa sakit fisik dan luka dari kata-kata yang kita lontarkan ke diri sendiri. Jika hal itu dilakukan terus-menerus, akan menyebabkan inflamasi kronis pada otak, menurunkan daya tahan kognitif, dan mempercepat kelelahan mental.

“Jadi ini tuh literally bikin otak kamu tuh stress dan ngalamin inflamasi kronis,” terangnya.

Kebiasaan sepele ketiga berkaitan dengan makanan. Apalagi kalau bukan makanan cepat saji atau makanan ultra processed, seperti sosis, mie instan, keripik, hingga minuman manis dalam kemasan.

Nadia menjelaskan, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi kesehatan otak. “Pola makan tinggi ultra processed food itu bisa nurunin fungsi kognitif dan bikin volume hipokampus, pusat memori otak, jadi mengecil,” katanya.

Makanan cepat saji yang pada umumnya mengandung zat aditif dan bahan pengawet yang bisa menyebabkan inflamasi sistemik, yaitu peradangan pada organ tubuh, termasuk otak.

“Jadi di antara tiga hal tadi, mana yang paling sering kamu lakukan?” tutup dr. Nadia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis