Menko Polkam Komitmen Berangus Mafia di Laut RI


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi GunawanLaut berkomitmen penuh menghilangkan stigma laut Indonesia sebagai “surga” bagi para pelaku penyelundupan.

Dia menegaskan, pemerintah pusat melalui Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan telah resmi memperkuat barisan tempurnya dalam memerangi penyelundupan lintas batas. Mereka akan bekerja all out dalam menyikat para mafia laut.

“Saya akan terus mendorong dan memastikan Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan berkerja secara berkelanjutan dalam mensinergikan Kementerian/Lembaga guna memberantas penyelundupan di Indonesia,” tegas Menko Budi, dikutip Holopis.com, Jumat (1/8).

Pemerintah, kata dia, tidak akan lagi mentolerir para mafia yang menjadikan laut Indonesia sebagai incaran jaringan penyelundup besar yang terorganisir.

“Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat keamanan dan penegakan hukum, khususnya di wilayah laut yang rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan lintas batas,” tambahnya.

Salah satu bukti paling mencengangkan dari hasil kerja Desk yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polkam adalah penggagalan aksi penyelundupan 2 ton sabu oleh kapal MV Sea Dragon Tarawa. Aksi ini menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp15 triliun, serta menyelamatkan 51 juta jiwa dari ancaman narkotika!

Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea yang digelar sejak 1 Mei hingga 7 Juli 2025. Total ada 16 penindakan besar, termasuk penyelundupan pasir timah, rokok ilegal, produk tekstil, dan bahan pokok.

“Saya juga mengapresiasi hal tersebut yang telah membuktikan kinerja dari Desk Pencegahan dan Penyelundupan selama ini dalam memberantas penyelundupan dan menegakan hukum serta menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia melalui pengawasan maritim yang kuat dan strategis,” ujar Budi Gunawan.

Tampilan Utama