JAKARTA – Budaya lembur atau mengonsumsi media atau sosial media sampai tengah malam hingga membuat seseorang begadang tampaknya semakin sering dilakukan oleh anak-anak generasi sekarang. Padahal meskipun sering dianggap sepele, begadang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, terutama untuk jangka panjang.
Meskipun tidak langsung terasa, namun kebiasaan buruk ini bahkan bisa menyebabkan kematian dini, loh. Di balik rasa kantuk dan lelah keesokan harinya, tubuh sebenarnya sedang berjuang menghadapi kerusakan yang tidak terlihat.
Saat ini, sosok yang sedang dibahas dan mengatakan secara terbuka bahwa ia sangat kekurangan tidur adalah Thomas Alva EdiSound Horeg alias Memed Potensio yang mengatakan ia tidur hanya sekitar dua hingga tiga jam demi menghiburm masyarakat dengan sound horeg.
Padahal itu adalah kebiasaan bekerja yang sangat buruk dan menyebabkan dampak yang berbahaya. Ini dia beberapa dampak fatal akibat kebiasaan jelek sering begadang.
1. Gangguan Ritme Sirkadian Mengganggu Fungsi Organ Vital
Tubuh manusia memiliki jam biologis alami yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur kapan tubuh harus tidur, bangun, makan, dan memperbaiki sel-sel tubuh. Ketika Sobat Holopis begadang secara terus-menerus, ritme ini menjadi terganggu. Akibatnya, organ-organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Dalam jangka panjang, ini bisa memicu kelelahan kronis, tekanan darah tinggi, serta penurunan daya tahan tubuh.
2. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Meningkat
Studi medis telah menunjukkan bahwa orang yang sering begadang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Kurang tidur menyebabkan peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang dapat mempersempit pembuluh darah.
Jika ini terus terjadi, jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke secara mendadak.
3. Sistem Imun Menurun dan Tubuh Rentan Terinfeksi
Tidur yang cukup adalah waktu emas bagi tubuh untuk memperkuat sistem imun. Saat begadang, produksi sel-sel kekebalan tubuh menurun drastis. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap virus dan bakteri. Bahkan, infeksi ringan pun bisa berkembang menjadi kondisi serius jika daya tahan tubuh terus melemah karena kurang tidur.
4. Hubungan dengan Risiko Diabetes dan Obesitas
Sering begadang juga berpengaruh pada metabolisme tubuh. Kurang tidur mengganggu kerja hormon insulin, yang berfungsi mengatur kadar gula darah. Jika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, risiko terkena diabetes tipe 2 akan meningkat. Selain itu, orang yang kurang tidur cenderung merasa lapar dan memilih makanan tinggi gula atau lemak, sehingga meningkatkan risiko obesitas.
5. Gangguan Mental dan Keseimbangan Emosi
Kesehatan mental juga sangat terpengaruh oleh pola tidur. Begadang dapat menyebabkan ketidakseimbangan neurotransmitter di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Ini meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, hingga pikiran bunuh diri. Dalam beberapa kasus, gangguan tidur kronis bahkan berkaitan dengan psikosis dan halusinasi.
6. Peningkatan Risiko Kematian Dini
Gabungan dari berbagai gangguan fisik dan mental akibat begadang membuat tubuh berada dalam kondisi stres kronis. Penelitian besar di Korea dan Eropa menunjukkan bahwa mereka yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam secara konsisten memiliki risiko kematian dini yang signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup. Kematian ini bisa disebabkan oleh serangan jantung, stroke, komplikasi diabetes, bahkan kecelakaan akibat kelelahan.
Karena itu, Sobat Holopis sebaiknya mulai menjaga pola tidur yang sehat, dengan tidur minimal 7 jam setiap malam, demi tubuh yang kuat dan pikiran yang stabil. Ingatlah, tidur bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang bisa menyelamatkan hidup.

