Waspadai Tanda Awal Gangguan Tiroid yang Sering Diabaikan
JAKARTA - Kelenjar tiroid adalah bagian kecil dalam tubuh yang terletak di bagian depan leher, namun perannya sangat besar. Tiroid berfungsi memproduksi hormon yang mengatur metabolisme, suhu tubuh, denyut jantung, bahkan suasana hati.
Sayangnya, gangguan pada tiroid kerap tidak disadari sejak dini karena gejalanya samar dan sering dikira masalah umum biasa, seperti kelelahan, perubahan berat badan, atau suasana hati yang tidak stabil.
Padahal, jika dibiarkan, gangguan tiroid bisa berkembang menjadi kondisi serius yang memengaruhi kualitas hidup. Itulah mengapa penting bagi Sobat Holopis untuk memahami dan mengenali tanda-tanda awal gangguan ini agar bisa segera mencari bantuan medis dan mendapatkan penanganan yang tepat.
1. Mudah Lelah dan Lemah Tanpa Sebab
Salah satu gejala paling umum dari hipotiroidisme adalah rasa lelah terus-menerus. Energi tubuh menurun drastis karena metabolisme menjadi lambat. Meski sudah cukup tidur atau istirahat, tubuh tetap terasa lemas, tidak bertenaga, dan kesulitan berkonsentrasi.
Hal ini sering kali diabaikan karena dianggap hanya akibat kelelahan biasa atau stres kerja. Namun, jika berlangsung dalam jangka waktu lama dan disertai gejala lain, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan gangguan tiroid.
2. Berat Badan Tidak Stabil
Tiroid yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan perubahan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Pada hipotiroidisme, berat badan bisa naik meski nafsu makan menurun karena tubuh menyimpan energi secara berlebihan. Sebaliknya, pada hipertiroidisme, berat badan justru bisa turun drastis walau makan banyak karena metabolisme berlangsung terlalu cepat.
Perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan oleh pola makan atau aktivitas fisik sebaiknya tidak diabaikan. Ini bisa menjadi tanda bahwa sistem hormon dalam tubuh sedang tidak seimbang.
3. Suasana Hati dan Konsentrasi Terganggu
Kondisi tiroid juga sangat memengaruhi sistem saraf pusat. Hipotiroidisme bisa menyebabkan gejala seperti depresi, mudah menangis, atau perasaan tidak semangat dalam menjalani hari. Sementara itu, hipertiroidisme sering dikaitkan dengan rasa gelisah berlebihan, jantung berdebar, sulit tidur, dan mudah tersinggung.
Gangguan suasana hati ini kerap disalahartikan sebagai masalah psikologis semata. Padahal, peran hormon tiroid sangat penting dalam mengatur kestabilan emosi dan kemampuan berpikir jernih.
4. Menstruasi Tidak Teratur
Bagi perempuan, gangguan tiroid bisa menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Hipotiroidisme dapat membuat menstruasi menjadi lebih berat dan lebih lama, sementara hipertiroidisme bisa membuat siklus menjadi lebih singkat, ringan, atau bahkan tidak datang sama sekali.
Gangguan hormonal ini juga bisa berdampak pada kesuburan. Jika Sobat Holopis mengalami perubahan siklus menstruasi yang mencolok tanpa alasan jelas, penting untuk memeriksa kesehatan tiroid sebagai salah satu penyebab yang mungkin.
5. Rambut Rontok dan Kulit Kering
Tiroid yang tidak seimbang memengaruhi kesehatan kulit dan rambut. Hipotiroidisme sering menyebabkan rambut menjadi tipis, rapuh, dan mudah rontok. Kulit pun tampak kering, kasar, dan kusam. Kuku juga bisa menjadi rapuh dan tumbuh lebih lambat dari biasanya.
Ini semua terjadi karena hormon tiroid yang sehat diperlukan untuk regenerasi sel-sel kulit dan rambut. Ketika produksinya terganggu, tanda-tanda ini akan mulai terlihat, terutama pada bagian tubuh yang biasanya tidak terlalu diperhatikan.
Intinya Sobat Holopis, gangguan tiroid bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, meskipun lebih sering terjadi pada wanita usia 30 hingga 50 tahun. Karena gejalanya sering samar dan menyerupai keluhan sehari-hari, tidak sedikit yang terlambat menyadari bahwa ada masalah serius pada kelenjar tiroidnya.
Sobat Holopis disarankan untuk tidak mengabaikan gejala-gejala seperti kelelahan ekstrem, perubahan berat badan yang tidak wajar, gangguan suasana hati, hingga rambut rontok dan kulit kering. Jika mengalami beberapa dari gejala tersebut secara bersamaan dan terus berulang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter dan lakukan tes fungsi tiroid.