JAKARTA – Praktisi hukum sekaligus direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Muannas Alaidid menilai bahwa terdapat angka minor masyarakat Indonesia yang percaya bahwa ijazah Joko Widodo (Jokowi) palsu.
Hal ini merujuk pada data survei dari LSI Denny JA, bahwa 74,6 persen masyarakat Indonesia tidak percaya bahwa ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) palsu seperti yang diklaim sejumlah pihak, termasuk dari TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) pimpinan Eggi Sudjana Mastal.
Bahkan Muannas menilai bahwa mereka yang hanya belasan persen itu adalah akumulasi dari kelompok yang memiliki dendam tersendiri kepada Jokowi. Baik karena jabatannya, organisasinya hingga kekalahan dan kontestasi politik elektoral.
“Sisanya yang percaya itu berarti cuma 12 Persenan aja dan semuanya barisan sakit hati, hari ini mereka dendam kesumat ke Jokowi karena pernah dipenjara tersangkut kasus hukum, dipecat dari jabatannya, kalah di pilpres dan ormasnya dibubarkan pemerintah karena mau mengganti pancasila,” kata Muannas dalam tulisannya yang dikutip Holopis.com dari akun X @muannas_aladidid, Kamis (31/7/2025).
Muannas pun menilai bahwa sekalipun Jokowi sudah tidak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, ternyata mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu pun masih dianggap ancaman bagi mereka.
“Meski tak lagi berkuasa, pengaruh Jokowi masih kuat dan menjadi ancaman mereka, maka harus dibunuh karakternya lewat fitnah ijazah palsu,” ujarnya.
Sisanya yg percaya itu berarti cuma 12 Persenan aja & semuanya barisan sakit hati, hari ini mereka dendam kesumat kejokowi karena pernah dipenjara tersangkut kasus hukum, dipecat dari jabatannya, kalah dipilpres dan ormasnya dibubarkan pemerintah karena mau mengganti pancasila.… pic.twitter.com/PJOjN19KXo
— Muannas Alaidid, sh, mh, ctl (@muannas_alaidid) July 31, 2025
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Denny JA baru-baru ini mengeluarkan risetnya terkait soal kegaduhan publik mengenai ijazah Jokowi yang dituding palsu. Apalagi kasus ijazah tersebut sudah bergulir di Polda Metro Jaya setelah Jokowi secara pribadi melaporkan sejumlah orang dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan fitnah tersebut.
Dalam survei LSI Denny JA yang dilakukan periode 28 Mei – 12 Juni 2025, ditemukan bahwa ada sekitar 12,2 persen responden percaya dengan isu Jokowi berijazah palsu. Hal ini setelah mereka terpapar informasi dari berbagai platform, baik talkshow, media sosial, podcast maupun tayangan di televisi.
Pun demikian, 74,6 persen responden menyatakan tidak percaya bahwa ijazah Jokowi palsu. Angka persentase tersebut diklaim merata di seluruh segmen masyarakat, baik dari kalangan yang berpendidikan rendah hingga terpelajar sekalipun.
Sementara alasan mengapa mayoritas tidak percaya dengan isu ijazah Jokowi palsu, karena beberapa faktor. Mulai dari sosok Jokowi yang dinilai berasal dari kalangan bawah bukan bangsawan maupun keluarga elite politik dan penguasa.

