IHSG Berpeluang Menguat ke 7.699, Analis Ingatkan Potensi Koreksi
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (31/7), setelah sempat terkoreksi cukup dalam pada perdagangan di hari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (30/7) kemarin, indeks harga saham nasional itu tercatat melemah 0,89 persen ke level 7.549 pada akhir perdagangan, didorong oleh tekanan jual yang cukup kuat hingga menutup area gap sebelumnya.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan indeks akan menguji level resistance di kisaran 7.675 hingga 7.699. Namun di sisi lain, investor harus tetap mewaspadai peluang koreksi.
Ia mengungkapkan, bahwa IHSG saat ini masih berada pada bagian akhir dari wave v, wave (iii), wave [c], sehingga masih ada sedikit ruang bagi indeks untuk menguat pada hari ini.
“Namun, tetap cermati akan adanya potensi koreksi dari IHSG untuk menguji rentang 7.460–7.539,” kata Herditya dalam riset hariannya, dikutip Holopis.omm, Kamis (31/7) di Ia menambahkan, IHSG yang akan melaju pada perdagangan hari ini memiliki level support di level 7.485 dan 7.34. Sedangkan level resistance berada pada 7.675 dan 7.758.
Sementara itu, dalam catatan riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini dinilai cenderung melemah secara terbatas, dengan level support di 7.440 dan resistance di 7.600.
Saham-Saham Pilihan Hari Ini
Untuk rekomendasi saham, PT Pilarmas Investindo Sekuritas menjagokan emiten-emiten dari sektor energi dan mineral seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Sementara Herditya dari MNC Sekuritas memberikan rekomendasi pada saham PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).