JAKARTA – Ratusan orang turun ke jalan di Aberdeen dan Edinburgh pada Sabtu (26/7) untuk memprotes kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berada di Skotlandia untuk melakukan kunjungan selama lima hari.
Asisten Kepala Polisi Emma Bond mengatakan bahwa bukan hal yang tepat apabila mengabaikan upaya pembunuhan Trump tahun lalu saat merencanakan pengamanan kunjungan tersebut.
“Operasi ini merupakan salah satu tugas paling rumit dan menantang yang pernah dilakukan kepolisian Skotlandia selama bertahun-tahun, dengan biaya yang diperkirakan sangat besar,” katanya, dikutip Holopis.com, Senin (28/7).
Sementara itu, sebuah kelompok bernama UK Stop Trump Coalition mengunggah sejumlah video di TikTok pada Sabtu, dengan salah satu klipnya bernarasikan Aberdeen dipenuhi pengunjuk rasa yang menentang kunjungan golf Donald Trump.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “FELON 47 NOT WELCOME HERE“, yang merujuk pada hukuman pidana Trump, dan memajang foto Trump bersama Jeffrey Epstein.
Ratusan demonstran berkumpul di dekat patung William Wallace di pusat kota Aberdeen, yang dihadiri oleh sejumlah pembicara termasuk salah satu pemimpin Partai Hijau Skotlandia Patrick Harvie, aktivis iklim, dan pejuang hak-hak minoritas. Demonstran juga menyuarakan keprihatinan mereka atas krisis kemanusiaan di Gaza.
Donald Trump juga dikririk karena dianggat merlarikan diri ke Skotlandia demi memperbaiki namanya, sesuatu yang tidak tidak bisa diterima masyarakat Skotlandia.
Kunjungan lima hari Trump ke Skotlandia dijadwalkan berlangsung dari 25 hingga 29 Juli nanti. Ia diperkirakan akan menghabiskan waktu di resor Trump Turnberry di South Ayrshire dan Trump International Scotland di Aberdeenshire. Selama kunjungannya, Trump juga akan menggelar pertemuan informal dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kepala Pemerintahan Skotlandia John Swinney.

