Wapres Gibran Ajak Hima Persis Bangun Kepemimpinan Berkelanjutan dan Adaptif
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan dan kolaboratif dalam tubuh Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis). Hal itu disampaikannya saat menutup Muktamar XI Hima Persis, yang berlangsung di SKA Co Ex, Pekanbaru, pada Senin (28/7).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader Hima Persis dari seluruh Indonesia, Wapres menyoroti pentingnya kesinambungan kepemimpinan demi menjaga kekokohan organisasi. Ia pun mengapresiasi proses transisi kepemimpinan yang berjalan baik, serta meminta agar pemimpin baru dan lama saling mendampingi dan mendukung.
“Ini mohon bisa mencontoh Bapak Presiden Prabowo, pimpinan yang selalu menggandeng pendahulunya. Yang baru didampingi oleh yang lama, yang lama men-support yang baru. Jadi saling mengisi dan proses keberlanjutannya bisa jalan terus,” ujar Wapres Gibran dalam sambutannya, dikutip Holopis.com, Senin (28/7).
Menurut Wapres, pola kepemimpinan kolaboratif tidak hanya memperkuat harmoni internal, tetapi juga membuka ruang bagi pembelajaran lintas generasi untuk menjaga organisasi tetap relevan di tengah perubahan zaman.
“Ini saya titip untuk dua Ketua Umum (lama dan baru) yang ada di depan saya ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wapres menggarisbawahi pentingnya menerapkan model kepemimpinan transformatif. Hal ini, menurutnya, menjadi cara efektif untuk menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap kontekstual dengan dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik global.
“Karena yang namanya transformasi itu penting sekali, apalagi kondisi dunia yang saat ini berubah begitu sangat cepat,” ujar Wapres.
Ia mencontohkan berbagai tantangan nyata seperti perubahan iklim, krisis air dan pangan, serta ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan ketegangan baru antara Kamboja dan Thailand.
“Misalnya dampak dari perubahan iklim karena pemanasan global, ada kekeringan ekstrem, ada banjir, ada kenaikan air laut. Nah ini ancaman yang nyata dan sudah ada di depan mata,” jelasnya.
Namun demikian, Wapres mengingatkan bahwa setiap upaya transformasi pasti diiringi tantangan. Ia mengakui bahwa hal-hal baru dan inovatif kerap menimbulkan resistensi karena belum sepenuhnya dipahami.
“Yang namanya transformasi itu pasti banyak halangannya, banyak rintangannya, banyak tantangannya. Karena sekali lagi, hal-hal baru, hal-hal inovatif itu kadang-kadang tidak mudah diterima,” ungkapnya.
“Ada yang bilang, belum bisa disebut transformasi jika belum ada pertentangan. Pasti akan muncul suara-suara sumbang, muncul hoaks, yang biasanya terjadi karena belum memahami sepenuhnya arah dan manfaat transformasi tersebut,” imbuhnya.
Untuk itu, Wapres menekankan empat kunci keberhasilan transformasi: keteguhan, persatuan, kerja keras, dan komunikasi yang baik.
“Salah satu kunci keberhasilan transformasi adalah keteguhan, persatuan, kerja keras, dan komunikasi yang baik. Dan insya Allah, jika dasar niat kita melakukan transformasi adalah untuk kebaikan dan memberi manfaat bagi banyak umat, kita akan diberikan kemudahan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyampaikan apresiasinya atas militansi dan semangat juang para kader Hima Persis yang mencerminkan karakter kepemimpinan masa depan.
“Seragamnya merah-merah. Yang merah-merah biasanya persaudaraannya kuat. Yang merah-merah biasanya militansinya kuat,” ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wapres mengajak seluruh keluarga besar Hima Persis untuk terus berkontribusi aktif dalam membangun bangsa dan menjaga nilai-nilai persatuan.
“Saya berharap semoga transformasi yang dilakukan Hima Persis dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Saya juga menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk teman-teman Hima Persis,” pungkasnya.