Angin Kencang Kompak Landa Ssejumlah Wilayah di Sulawesi dan Sumatera Barat

0 Shares

JAKARTA – Bencana angin kencang melanda sejumlah pemukiman warga baik yang ada di Pulau Sulawesi hingga di Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kejadian angin puting beliung pertama melanda Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (27/7).

- Advertisement -

“Sebanyak empat unit rumah mengalami rusak berat, enam unit rumah rusak sedang, 28 unit rumah dan dua unit fasilitas pendidikan rusak ringan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (28/7).

Abdul memastikan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Mamuju Tengah melakukan pembersihan material pohon tumbang dan mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

- Advertisement -

Masih di wilayah Sulawesi, angin kencang disertai hujan lebat terjadi di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/7).

“Sebanyak 19 unit rumah terdampak akibat kejadian ini,” ujarnya.

Abdul menyebut bahwa BPBD Kabupaten Sigi melakukan pembersihan pohon tumbang dan menyalurkan bantuan logistik berupa tenda dan karpet kepada warga terdampak.

Beralih ke Provinsi Sumatra Barat, angin kencang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Minggu (27/7).

Kejadian ini mengakibatkan beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan dan berterbangan terbawa angin kencang. BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat sebanyak 12 unit rumah terdampak di dua kecamatan dan satu orang mengalami luka ringan.

“BPBD dan tim gabungan setempat melakukan pembersihan pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan mengoperasikan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” tukasnya.

Dengan potensi bencana angin kencang yang banyak melanda, Abdul meminta masyarakat dan pemerintah daerah perlu tetap waspada.

“Warga disarankan menjauhi area berisiko seperti bawah pohon besar, tiang listrik, atau papan reklame. Pemerintah daerah juga dapat memangkas dahan pohon rimbun di kawasan permukiman dan fasilitas umum untuk meminimalkan risiko bahaya,” pintanya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru