JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengirim hampir 200 surat kepada para mitra dagang dalam beberapa hari mendatang, yang berkaitan dengan penerapan tarif perdagangan.
“Ketika surat itu dikirim, itu adalah sebuah kesepakatan, dan kami akan mengirim mungkin hampir 200 surat,” ujar Trump dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Holopis.com dari Xinhua News, Minggu (27/7).
Surat-surat tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk finalisasi kesepakatan dagang dengan sejumlah negara. “Mereka sudah mendapatkan kesepakatan. Sudah selesai. Mereka akan membayar tarif itu, dan itu pada dasarnya adalah sebuah kontrak,” tegas Trump.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintahannya akan mempertahankan tarif dalam batas yang “minimal.” Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan tarif yang diumumkan oleh AS pada 2 April lalu.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah mengirim puluhan surat kepada negara mitra dagang, memperingatkan bahwa tarif impor akan mulai diberlakukan per 1 Agustus 2025.
Kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai negara yang menganggap langkah AS sebagai tindakan sepihak yang bisa merugikan stabilitas perdagangan global. Beberapa mitra dagang utama bahkan menyuarakan protes diplomatik dan mempertimbangkan balasan tarif serupa.
Menariknya, pasca gejolak di pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi yang tinggi, pemerintahan Trump disebut mulai melunak dalam pendekatan tarifnya.
Namun, dengan pengiriman hampir 200 surat ini, sinyal kuat dikirim ke komunitas internasional bahwa AS tetap berkomitmen pada kebijakan proteksionisnya.
Langkah ini diprediksi akan memperburuk tensi dagang global di tengah ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi dan krisis inflasi yang belum mereda. Reaksi balasan dari negara-negara mitra diperkirakan akan segera bermunculan.

