JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,2 di wilayah timur laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (27/7) pagi, pukul 09.45 WIB.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 99 kilometer tenggara Wakatobi, tepatnya di koordinat 5,80° Lintang Selatan dan 124,35° Bujur Timur, dengan kedalaman 623 kilometer.
“Gempa ini tergolong dalam kategori dalam, yang disebabkan oleh deformasi batuan akibat mekanisme slab pull pada Lempeng Banda,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, dikutip Holopis.com, Minggu (27/7).
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan pola pergeseran turun atau oblique normal faulting. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan Terasa di Beberapa Wilayah
Gempa yang terjadi di laut ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitar Wakatobi, seperti Binongko, Tomia, Togo Binongko, dan Wakatobi dengan intensitas III hingga IV MMI. Artinya, pada siang hari, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban akibat gempa tersebut,” ujar Daryono.

Belum Ada Gempa Susulan
Hingga pukul 10.10 WIB, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Imbauan BMKG
Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Periksa kondisi bangunan tempat tinggal Anda. Pastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan sebelum kembali masuk ke dalam rumah,” tegas Daryono.

