Bukan Bezzecchi, Ini Faktor Utama Jorge Martin Putuskan Bertahan di Aprilia

0 Shares

JAKARTA – Teka-teki masa depan Jorge Martin akhirnya terjawab. Juara Dunia MotoGP 2024 itu memastikan tetap membela tim Aprilia hingga akhir musim 2026, menepis rumor sebelumnya bahwa ia akan memutus kontrak lebih awal akibat ketidakpuasan terhadap performa motor RS-GP25.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Daniele Romagnoli, kepala kru Martin di Aprilia Racing. Dalam wawancaranya dengan GPOne yang dikutip Holopis.com, Minggu (27/7), Romagnoli menegaskan bahwa keputusan Martin bukan dipengaruhi oleh performa impresif tandemnya, Marco Bezzecchi, melainkan atmosfer dan kekompakan di dalam garasi Aprilia.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Sangat menyenangkan karena Jorge sendiri yang menyampaikan keputusan itu. Ia menyadari bahwa kami adalah tim yang sangat kekeluargaan. Itu sudah terlihat sejak pertama kali kami uji coba di Barcelona,” ujar Romagnoli.

Sebelumnya, spekulasi beredar bahwa Martin bakal memutus kontraknya lebih awal menyusul ketidaksenangannya dengan performa motor RS-GP25 musim ini. Aprilia bahkan sempat mengeluarkan pernyataan tegas bahwa kontrak yang telah disepakati harus dihormati.

- Advertisement -

Di tengah kabar tersebut, performa Marco Bezzecchi justru menjadi sorotan. Rekan setim Martin asal Italia itu tampil konsisten dalam 12 balapan terakhir, mengamankan lima kali finis podium, termasuk kemenangan di Silverstone dan finis runner-up di Assen dan Brno.

Namun Romagnoli membantah bahwa penampilan Bezzecchi menjadi alasan utama Martin bertahan.

“Saya kira hasil Marco hanya sedikit memengaruhi. Memang benar dia selalu dekat podium dan bahkan bersaing dengan Marc Marquez untuk menang di Brno. Tapi alasan utama tetap karena Jorge merasa nyaman dan percaya dengan potensi tim,” jelas Romagnoli.

“Kami tidak hanya ingin finis kedua. Kami ingin menang, dan Jorge tahu bahwa kami sedang membangun sesuatu yang besar bersama,” tambahnya.

Setelah sempat absen, Jorge Martin melakukan comeback pada MotoGP Republik Ceko 2025. Dalam sprint race, ia hanya mampu finis di posisi ke-11. Namun, di main race, Martin tampil lebih stabil dan finis ke-7 hasil yang cukup positif mengingat absennya ia sebelumnya dan belum 100% fit.

Performa tersebut menjadi titik awal Martin untuk kembali menanjak di klasemen dan membuktikan bahwa loyalitasnya terhadap Aprilia bukan keputusan emosional, tapi penuh pertimbangan teknis dan strategis.

Romagnoli menambahkan bahwa keputusan Martin juga diperkuat oleh fakta bahwa Aprilia sedang membangun tim inti yang berpusat pada dirinya. Ini menjadi komitmen jangka panjang tim untuk mendukung Martin secara penuh sebagai rider utama, bahkan setelah performanya sempat naik-turun musim ini.

“Kita membangun tim di sekitar dia. Dan saya tahu betul potensi yang kami miliki sebagai tim pabrikan. Jorge menyadari itu, dan itu yang membuatnya yakin untuk bertahan,” pungkas Romagnoli.

Dengan Martin dan Bezzecchi di bawah kontrak hingga 2026, Aprilia kini punya line-up solid yang bisa menjadi penantang serius gelar juara tim di musim mendatang.

 

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis