Menhan Harap Para Kadet Unhan Jadi Komcad yang Tanggap, Tanggon, dan Trengginas

0 Shares

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo telah secara resmi menutup Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) dan menetapkan 600 Kadet Mahasiswa S-1 Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Cohort 6 tahun anggaran 2025 sebagai Komponen Cadangan (Komcad).

Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

- Advertisement -

Dalam amanatnya, Sekjen Kemhan RI membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Di mana dalam sambutan tersebut, Menhan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh Kadet atas semangat mereka menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.

“Menhan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kadet atas semangat, disiplin, dan dedikasi selama mengikuti pelatihan selama dua bulan sejak 26 Mei hingga 25 Juli 2025,” sambut Tri Budi dalam pembacaan sambutan tertulis Menhan, Jumat (25/7/2025).

- Advertisement -

Disampaikan pula, bahwa Pendidikan Dasar Militer sejatinya bukan sekadar pendidikan fisik belaka, akan tetapi ada pendidikan karakter yang tinggi di dalamnya, tentunya dengan basis ilmu pengetahuan.

“Diksarmil bukan hanya pelatihan fisik, tetapi juga membentuk karakter bela negara berbasis ilmu pengetahuan dan wawasan kebangsaan, guna mewujudkan sinergi antara kekuatan sipil dan militer dalam kerangka pertahanan semesta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menhan melalui surat tertulisnya juga menyampaikan bahwa pelatihan Kadet tersebut diharapkan membuat para Komcad tersebut menjadi kader terbaik yang selalu tanggap, lalu dapat diandalkan atau dipercaya dalam melaksanakan tugas, terutama dalam situasi yang sulit atau menantang. Serta memiliki karakter yang lincah, cekatan, tangkas, dan gesit.

“Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis untuk mencetak kadet intelektual bela negara yang tanggap, tanggon, dan trengginas, sekaligus bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI,” lanjut Sekjen Kemhan.

Diketahui, bahwa para kadet dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pertahanan ke depan, termasuk dinamika geopolitik, ancaman hibrida, dan kemajuan teknologi pertahanan, dengan semangat patriotisme dan kesiapsiagaan tinggi.

Rangkaian upacara ditutup dengan atraksi para kadet, meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), bela diri militer, pencak silat militer, beladiri taktis, montenering, serta bongkar pasang senjata.

Di akhir amanat, Sekjen Kemhan secara resmi menutup pendidikan dan menetapkan Kadet Mahasiswa Unhan RI Cohort-6 TA 2025 sebagai Komponen Cadangan.

“Menhan berharap para kadet dapat menjadi pelopor bela negara, menjaga semangat korps, serta senantiasa siap dipanggil negara kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya.

Acara dihadiri oleh Rektor Unhan RI, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, para pejabat Kemhan RI dan Unhan RI, jajaran pejabat Akademi Militer, Forkopimda Kota dan Kabupaten Magelang, serta para orang tua dan keluarga para kadet.

Para peserta Diksarmil terdiri atas 333 kadet pria dan 267 kadet wanita dari 13 program studi strategis nasional, didominasi oleh jurusan kedokteran, farmasi, dan teknik informatika.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis