Jafar/Felisha Ambil Pelajaran Usai Kandas di Semifinal China Open 2025

0 Shares

JAKARTA – Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu harus terhenti langkahnya di semifinal China Open 2025. Jafar/Felisha bersyukur sudah bisa mencapai fase tersebut, dan mengambil pelajaran dari turnamen Super 1000 itu untuk jadi bahan evaluasi ke depannya.

Sebelumnya diketahui, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu berhadapan dengan wakil unggulan kedua kejuaraan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Dalam pertandingannya, duel sengit pun terjadi. Menariknya, Jafar/Felisha tampil menawan sejak set pertama, bahkan mereka sukses menang dengan skor 21-16.

Akan tetapi tren positif itu gagal dilanjutkannya, Jafar/Felisha harus tunduk di set kedua dengan skor 15-21. Begitu pula di set ketiga, mereka menelan kekalahan 16-21.

- Advertisement -

Dengan begitu, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu angkat koper dari China Open 2025. Sedangkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin berhak melangkah ke babak final.

“Puji Tuhan bisa sampai di semifinal di ajang Super 1000 ini. Sebenarnya tidak mau kalah tapi ini hasilnya, kami harus terima. Setelah ini alihkan pikirannya ke turnamen berikutnya, pertandingan yang besar, Kejuaraan Dunia,” ungkap Felisha, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

“Kami akan evaluasi, besar atau kecil dari turnamen ini untuk dapat yang lebih baik lagi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Felisha juga menilai bahwa level permainannya kini sudah mendekati para pemain top badminton dunia.

“Kami cukup senang dengan apa yang kami tampilkan di sini, kami bisa mengimbangi pasangan-pasangan top. Kami merasa level kami sudah tidak terlalu jauh dengan mereka, hanya kami perlu lebih konsisten lagi di lapangan,” jelasnya.

“Secara pribadi, saya harus meningkatkan antisipasi dan power,” imbuhnya.

Senada dengan Felisha, Jafar juga menyadari kesalahan-kesalahannya ketika di atas lapangan, dimana hal itu jadi pembelajaran untuk ke depannya.

“Kami harus meningkatkan ketenangan, mengurangi mati-mati sendiri di poin-poin krusial. Lawan juga sebenarnya sama banyak mati sendiri tapi kami masih lebih banyak,” kata Felisha.

“Faktor lapangan di gim kedua dan setelah interval gim ketiga itu memang menang angin jadi tadi kami mainnya terlalu hati-hati, jadi ragu untuk melakukan pengembalian atau angkat bola. Takut-takut out. Sementara Wei Ya Xin permainan depannya bagus jadi ketika kami memaksa mengembalikan bola setengah terhadang terus,” tambahnya.

“Saya harus bisa lebih mengontrol diri saya sendiri terutama ketika permainannya sedang tidak sesuai harapan,” imbuhnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis