WHO Tuding Israel Telah Ciptakan Krisis Kelaparan di Gaza


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Gaza saat ini menderita kelaparan massal buatan manusia akibat blokade bantuan ke wilayah Palestina. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Organisasi Kesehatan Duina, Tedros Adhanom Gheberyesus.

Tedros mengatakan bahwa memang tidak ada penjelasan lain yang bisa menjelaskan apa yang saat ini terjadi di Gaza, selain dengan kelaparan yang disengaja oleh manusia.

“Saya tidak tahu apa namanya selain kelaparan massal, dan itu buatan manusia, itu sangat jelas,” kata Tedros, dikutip Holopis.com, Jum’at (25/7).

Ia pun mengatakan bahwa ini diakibatkan dengan blokade yang dilakukan Israel di Palestina. Stok makanan sudah habis sejak Israel memotong semua pasokan ke wilayah itu di bulan Maret.

Meskipun Israel sudah mencabut blokade di bulan Mei 2025 silam, namun mereka hanya mengizinkan sedikit bantuan, bak setetes air di lautan, dengan alasan mencegah bantuan dapat dialihkan ke kelompok militan.

Kemudian setelah desakan dari berbagai pihak, Israel menyatakan sebuah komitmen terkait mengizinkan bala bantuan memasuki Palestina akan dilakukan. Namun dengan catatan, mereka harus mengendalikan bantuan yang masuk. Israel berdalih mereka tidak mau bantuan itu nantinya disalagunkan oleh Hamas.

Warga Meninggal Dunia Karena Kelaparan Semakin Meningkat

Pihak Israel mengklaim sudah banyak bantuan saat ini diberikan ke masyarakat di Gaza. Namun mereka menyalahkan Hamas atas penderitaan yang sudah dirasakan oleh 2.2 juta penduduk di Gaza.

Sementara itu, masyarakat Palestina yang meninggal dunia karena kelaparan sudah bertambah 10 orang, sehingga jumlah keseluruhan masyarakat yang meninggal dunia karena kelaparan ada sebanyak 111 orang.

Kemudian, WHO mengumumkan bahwa lonjakan gizi buruk telah membunuh 21 orang anak di tahun 2025. Mereka juga curiga bahwa ini adalah angka awal saja, sebelum nantinya semakin memburuk.

Tampilan Utama