CCTV : Bayi Jatuh Slow Motion Lindungi Kepala Sendiri, Netizen Sampai Heran
JAKARTA - Sebuah rekaman CCTV menangkap momen seorang bayi terjatuh dengan slow motion atau perlahan di lantai rumahnya, hingga membuat banyak netizen merasa heran. Cuplikan itu diunggah oleh akun Tiktok @funny.viedoo dan sudah disukai sebanyak nyaris 300 ribu orang.
Dalam video tersebut, awalnya terlihat seorang bayi kecil berusia sekitar 4 hingga 5 bulan terpeleset mainannya sendiri di lantai. Namun bukannya langsung terjatuh, bayi tersebut terlentang dan menahan kepalanya sehingga terjatuh perlahan di lantai dan sama sekali tidak melukai dirinya.
Netizen di kolom komentar langsung meningalkan komentar yang tak kalah lucu dengan video berdurasi 12 detik itu. Ada netizen yang mengatakan bahwa ini adalah contoh seseorang jatuh dengan gaya.
“Ini namanya jatuh slay,” kata @Ny.Bree, dikutip Holopis.com, Jum’at (25/7).
Ada juga netizen yang mengataka bahwa bayi tersebut sudah bisa melakukan soft landing di usia yang masih sangat muda.
“Aku tidak pernah melihat soft landing di hidupku, hingga sekarang,” kata @李老师.
Kemudian netizen lainnya mengatakan bayi tersebut sudah bisa terjatuh dengan dramatis bagaikan di drama Korea.
“Jatuhnya kayak di drama Korea ya,” kata @BeningClicin.
Meskipun terlihat lucu, namun sebenarnya bayi yang terjatuh bisa berbahaya jika mengenai tubuhnya yang masih kecil, tau tidak ada pertolongan yang cepat dari orang dewasa terdekat. Karena itu Sobat Holopis, ini dia beberapa hal yang harus diperhatikan, jika ada bayi terjatuh di lantai.
Bayi Terjatuh di Lantai, Kapan Berbahaya?
Melihat bayi terjatuh di lantai tentu bisa membuat panik, apalagi jika insiden itu terjadi tiba-tiba. Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera memeriksa kondisi bayi. Amati apakah bayi menangis dengan normal, bergerak seperti biasa, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan kesadaran.
Periksa kepala, tangan, kaki, dan seluruh tubuhnya apakah ada benjolan, luka terbuka, atau tanda memar. Jika bayi terlihat baik-baik saja, tetap awasi selama 24 jam untuk memastikan tidak muncul gejala terlambat seperti muntah, lemas, atau perubahan perilaku.
Namun, jika bayi tidak menangis, tampak mengantuk berlebihan, muntah, sulit bernapas, atau menunjukkan perubahan perilaku mendadak, segera bawa ke dokter atau instalasi gawat darurat. Jangan memindahkan tubuh bayi jika terlihat mengalami cedera parah, terutama di kepala atau leher, kecuali jika kondisinya mengancam nyawa.
Hindari mengguncang tubuh bayi, dan jangan langsung memberi makan atau minum hingga dipastikan aman oleh tenaga medis.