UID Promosikan Sri Mulyani Nasution Jadi Doktor, Soroti Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

0 Shares

JAKARTAUniversitas Islam Jakarta (UID) baru saja mempromosikan Sri Mulyani Nasution menjadi doktor di bidang ilmu Pendidikan Agama Islam pada hari Selasa 22 Juli 2025. Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Jakarta (UID) itu diselenggarakan di Aula Bab Al-Rusydi, DI Kampus Universitas Islam Jakarta.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menjelaskan tujuan dan alasan mengapa ia memilih disertasi berjudul ‘Perancangan Model Assessment Center untuk Pengukuran Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam’. Sri Mulyani mengatakan bahwa ia ingin berkontribusi terhadap negara dengan ilmu dan bidangnya yaitu Psikologi. Melihat bagaimana guru Agama Islam memegang peran yang strategis dalam pembentukan karakter generasi bangsa, Sri Mulyani pun merancang model assessment untuk mengukur kompetensi guru Agama Islam.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfokus pada transmisi pengetahuan keagamaan, melainkan juga berorientasi pada pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia dan mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional yang berbasis karakter, peran Guru PAI menjadi sangat sentral,” kata Sri Mulyani, dikutip Holopis.com, Kamis (24/7).

Tim Penguji sidang itu di antaranya adalah, Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Assoc. Prof. Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Penguji Eksternal Prof. Dr. Fadhilah Suralaga, M.Si (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) sertaKomisi Promotor Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta) dan Prof. Dr. Farhana, M.Pdi, MH (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta).

- Advertisement -

Alat yang dirancang ini juga dapat mengukur kemampuan guru PAI dalam membuat disain pembelajaran melalui penguasaan teknologi digital. Apalagi, para guru yang berperan penting terhadap peserta didik harus bisa merespons perbuahan zaman yang cepat.

“Di era informasi saat ini, peserta didik memiliki akses luas terhadap berbagai sumber belajar melalui internet. Mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada guru sebagai satu-satunya sumber otoritatif. Akses ke Google, YouTube, dan platform pembelajaran lainnya menuntut guru untuk lebih inovatif dan adaptif,” jelasnya.

Pidato Sri Mulyani Nastion
Pidato Sri Mulyani Nastion saat sidang promosi Doktor di Universitas Islam Jakarta. [Foto: UID]

Tak sekadar mengukur kompetensi, penelitian itu juga dapat mengembangkan sistem evaluasi guru agar memiliki dampak baik terhadap mutu pembelajaran siswa di Indonesia.

“Penelitian ini memiliki potensi signifikan dalam menemukan solusi aplikatif terhadap problematika pendidikan Islam di era kontemporer,” lanjutnya.

Ingin Bisa Dimanfaatkan Pemangku Kebijakan yang Berkaitan

Sri Mulyani pun berharap agar rancangannya ini dapat benar-benar dipakai negara untuk mengukur kompetensi guru PAI serta hasilnya bisa dipakai untuk pemetaan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia.

“Dengan demikian, perlu kami sampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk merancang model Assessment Center (asesmen berbasis kompetensi) untuk pengukuran soft competency Guru PAI. Model Assessment Center yang dikembangkan akan dipakai untuk mengukur kompetensi guru PAI dan hasilnya dapat dipakai untuk pemetaan soft competency Guru PAI,” kata Sri Mulyani.

Psikolog Klinis tersebut lalu berharao agar penelitian itu bisa dimanfaatkan oleh para kemangku kebijakan yang berkaitian, khususnya dalam dunia pendidikan dan juga agama.

“Model ini diharapkan mampu menyediakan data asesmen yang lebih komprehensif dan objektif, sehingga dapat dijadikan dasar dalam pemetaan kebutuhan serta pengembangan kompetensi guru PAI secara sistematis dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sri Mulyani Nasution kemudian dinyatakan lulus dan meraih nilai ‘Sangat Memuaskan. Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr Raihan M.Si juga bersyukur bahwa Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan mahasiswa program Doktor Pendidikan Agama Islam yang ke 72.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis