JAKARTA – Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom menjanjikan bakal mengambil tindakan tegas terhadap anggotanya yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Marthinus bahkan mengklaim bakal menembak mati anggotanya yang telah menjadi pengkhianat tersebut.
“Kalau ada anggota saya yang main-main dengan narkoba, lebih baik saya tembak!” kata Marthinus Hukom di hadapan mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
Langkah itu dikarenakan menurut Marthinus, keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba sebagai ancaman serius. Terlebih karena mereka memahami sistem hukum dan bisa memanipulasi penyidikan.
“Mereka itu benteng pertahanan bangsa. Kalau bentengnya jebol, sistem akan runtuh,” ujarnya.
Karena itu, ia menyerukan agar hukum terhadap aparat yang menyalahgunakan wewenang lebih berat dibandingkan pelaku sipil biasa.
Ia menyebut kelompok usia 15–25 tahun sebagai yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, pendidikan dan penyuluhan di kampus menjadi salah satu strategi nasional dalam pencegahan.
Marthinus menegaskan, proses rekrutmen anggota BNN dilakukan melalui mekanisme ketat, bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan institusi kepolisian.
Ia menjelaskan pengawasan internal terus diperkuat guna menjaga integritas personel BNN, termasuk evaluasi berkala terhadap anggota.
“Kita tidak hanya mengejar bandar dan pengguna, tapi juga bersih-bersih dari dalam. Tidak boleh ada pengkhianat di tubuh kita,” tandasnya.

