JAKARTA – Pandemi Covid memang telah lama berlalu, tapi efeknya masih terasa hingga saat ini. Salah satunya adalah keluhan tentang kerja otak. Beberapa orang merasa sejak serangan covid jadi lebih gampang melupakan hal-hal sederhana. Hal ini bahkan juga terjadi pada mereka yang tak terinfeksi selama pandemi.
Sebuah penelitian tentang dampak pandemi jangka panjang membuktikan hubungan antara pandemi dan kepikunan ini. Covid terbukti memicu melemahnya sel-sel otak hingga membuat penderitanya mengalami penuaan otak.
Memang kondisi ini bukan hanya menyerang mereka yang pernah terinfeksi. Namun juga mereka yang sama sekali tak terinfeksi.
Masalahnya ternyata bukan karena virusnya. Tapi karena orang dipaksa untuk mengisolasi iri selama berminggu-minggu bahkan selama berbulan-bulan. Masa-masa tak menentu selama pandemi menghasilkan krisis dan perasaan yang mengancam Kesehatan mental masyarakat.
Penelitian ini disimpulkan dari pengolahan data dari 15.334 orang yang sehat. Peneliti menggunakan data scanning terhadap 996 orang sehat. Sebagian dilakukan sebelum pandemi dan sebagai lagi setelah pandemi.
Hasil penelitian menunjukkan setelah pandemi otak obyek penelitian turun drastic jadi lebih tua dengan rata-rata 5.5 bulan lebih cepat. Beberapa lagi bahkan mengalami penuaan 20 bulan lebih tua.
Lompatan berkurangnya kemampuan otak selama pandemi ini tidak dibedakan apakah pribadi yang bersangkutan pernah terinfeksi atau tidak. Namun berbedaan usia juga berpengaruh. Semakin tua semakin banyak tingkat kehilangan ingatannya.
Penuaan otak dan berkurangnya kemampuan mengingat ini ternyata lebih sering terjadi pada pria. Yaitu mereka yang secara ekonomi tidak beruntung para pengangguran, pendapatan yang rendah, rendahnya tingkat Pendidikan dan Kesehatan.
Para peneliti juga menggunakan tes untuk partisipan untuk mengetahui performa kognitif mereka. Bagi mereka yang telah terinfeksi covid, biasanya akan menunjukkan penurunan performa, khususnya pada kelenturan mental dan bagaimana kecepatan memproses informasi dalam pikiran.
Para peneliti dari Nottingham University, mengatakan,”Kamu menemukan bahwa pandemi sangat merugikan untuk Kesehatan otak dan mendorong penurunan Kesehatan otak bahkan pada mereka yang tak terinfeksi.”
Sementara Dr. Ali-Reza Mohammadi-Nejad, yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari jurnal Nature Communications mengatakan, “Kami terkejut bahwa Sebagian besar dari kita bahkan orang-orang yang tidak terinfeksi mengalami penurunan signifikan pada kemampuan otak mereka.”
“Hal ini menunjukkan pengalaman saat pandemi, mulai dari isolasi hingga ketidakpastian, sangat mungkin berdampak pada kesehatan otak kita.”
Seorang kolega Profesor Dorothee Aur menambahkan,”Pandemik memberi beban tambahan bagi hidup manusia. Terutama mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah Kesehatan.”

