Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, walnut, dan biji chia yang kaya vitamin E dan lemak sehat. Serta minyak zaitun yang terbukti mengandung senyawa antioksidan alami dan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk otak.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menyatakan bahwa pola makan ala Mediterania—yang menekankan pada konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan ikan—berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Parkinson hingga 30–40%.
Hindari Faktor Risiko Gaya Hidup
Gaya hidup yang tidak sehat memang ikut memberikan sumbangsih risiko penyakit parkinson pada manusia. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan rokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta paparan zat kimia seperti pestisida sangat penting.
Oleh sebab itu, selalu gunakan alat pelindung saat berada di lingkungan yang berisiko, terutama bagi mereka yang bekerja di pertanian atau industri kimia. Tidur cukup, mengelola stres, dan menjaga berat badan ideal juga berperan dalam memelihara kesehatan otak.
Sebagai catatan penting, penyakit Parkinson bukan sekadar tremor, melainkan kondisi serius yang memengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh. Edukasi sejak dini penting agar masyarakat mengenal tanda-tanda awalnya, seperti gangguan tidur, perubahan tulisan tangan menjadi kecil (mikrografia), hingga berkurangnya ekspresi wajah. Diagnosis dini memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif dan memperlambat perkembangan penyakit.
Para ahli neurologi menyarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bila memiliki riwayat keluarga dengan Parkinson. Penelitian terus berkembang untuk mencari terapi gen, vaksin otak, hingga pencegahan berbasis mikrobioma usus, namun hingga saat ini pencegahan paling efektif tetap berfokus pada gaya hidup sehat.
Nah, secara garis besar bahwa Parkinson memang belum bisa dicegah sepenuhnya, namun kita dapat menurunkan risikonya melalui langkah-langkah preventif yang terbukti secara ilmiah: olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, dan menjauhi faktor risiko. Mari jaga kesehatan otak sejak dini, karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Semoga edukasi ini bisa membantu masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan waspada terhadap penyakit degeneratif seperti Parkinson.

