Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Jokowi Ngaku Ijazah SMA dan S1 Disita Polisi

0 Shares

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke 7 Joko Widodo (Jokowi) telah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik dari Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Mapolres Surakarta.

Dalam pemeriksaan kurang lebih 3 (tiga) jam itu, Jokowi mengaku telah menjawab semua pertanyaan tim penyidik sesuai dengan apa yang ia ketahui dan sebenar-benarnya.

- Advertisement -

“Semuanya saya jawab sesuai yang saya tahu dan yang terjadi apa adanya,” kata Jokowi di Polres Solo seperti dikutip Holopis.com, Rabu (23/7/2025).

Sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik ada yang baru, serta ada pula yang mengulang pertanyaan sebelumnya untuk memperkuat jawaban yang disampaikan Jokowi. Salah satu yang ditanyakan adalah soal peran Dian Sandi Utama dari kader PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

- Advertisement -

“Yang baru tadi mengenai Mas Dian Sandi, apakah kenal?. Kapan pernah bertemu, apakah saya yang meminta untuk memposting ijazah saya. Semuanya saya jawab,” ujarnya.

Disampaikan Jokowi, dirinya memang bertemu dengan Sandi terkait ijazahnya itu setelah viral di media sosial. Di mana Dian bersilaturrahmi ke kediamannya di Solo untuk menyampaikan permohonan maaf langsung kepadanya.

“Saya bertemu di rumah saat mas Dian Sandi bersilaturrahmi dan meminta maaf karena memposting ijazah S1 saya,” terang Jokowi.

“Saya juga tidak memerintahkan untuk posting ijazah itu ke media sosial. Saya jawab apa adanya,” sambungnya.

Pertanyaan lain yang ditanyakan penyidik adalah penguatan sebenarnya siapa dosen pembimbingnya saat skripsi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjawab bahwa Ir Kasmudjo adalah dosen pembimbing akademiknya.

“Mengenai Pak Insinyur Kasmudjo, saya sampaikan bahwa beliau itu adalah dosen pembimbing saya. Dan memang dosen pembimbing saya. Tapi untuk dosen pembimbing skripsi bukan Pak Kasmudjo, tapi Prof dr Ir Soemitro, itu untuk lebih memperjelas saja,” tegas Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa dirinya akan terus mengikuti proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya. Ia juga menyatakan siap menghormati seluruh proses yang berlangsung.

“Proses hukum kita hormati dan terus kita akan ikuti. Juga sudah dilakukan tadi penyitaan ijazah asli S1 dan SMA oleh penyidik,” tukasnya.

Lantas, ia juga mempersilakan semua pihak berargumentasi dan bermanuver soal isu ijazah S1-nya yang disebut-sebut palsu tersebut. Ia ingin pembuktian hukum nantinya dapat ditunaskan di meja pengadilan saja.

“Sampai ke pengadilan nanti kita lihat,” pungkas Jokowi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru