Sebanyak 27,780 Hewan Ternak di Sulsel Terjangkit PMK


Oleh : Rio Anthony

MAKASSAR - Terhitung dari Januari hingga Juli 2025, sebanyak 27.780 hewan ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari jumlah sebanyak itu, 22.117 kasus diantaranya sembuh, 36 mati, 7 dipotong paksa sehingga tersisa 5.620 hewan ternak yang terjangkit PMK di Sulsel.

Daerah terbanyak kasus PMK di Sulsel itu ada di Kabupaten Bone dengan 10.589 kasus, yang sembuh 8.627 kemudian tersisa 1.962.

Selanjutnya di Sinjai dengan 5.639 kasus, 27 mati, 4.584 sembuh dan tersisa 1.028 kasus. Kemudian Jeneponto dengan 3.720 kasus dan berhasil sembuh semua sehingga tidak ada lagi kasus PMK di Jeneponto.

Selain Jeneponto, Takalar juga berhasil menyembuhkan semua hewan yang PMK dari 2.369 kasus, setidaknya ada 6 daerah yang awalnya punya kasus menjadi nol kasus. Lalu Sidrap, Bantaeng, Tana Toraja dan Maros tak pernah ada kasus PMK.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel, Sriyanti Haruni mengatakan, menurunnya kasus PMK di Sulsel karena intensnya penyaluran vaksi.

Menurut Sriyanti, semakin banyaknya distribusi vaksin PMK, maka kasus PMK akan signifikan menurun.

Contohnya kata dia, daerah yang awalnya punya banyak kasus PMK kini menjadi nol karena adanya vaksin PMK. Sehingga pihaknya terus menggenjot vaksinasi.

“Sudah ada kasus menurun, karena semakin banyak vaksinasi, semakin turun kasusnya. Vaksinasi terus kami genjot,” kata Sriyanti beberapa waktu lalu.

Sriyanti mengaku, stok vaksin di Sulsel melimpah sehingga sangat memungkin untuk melakukan vaksinasi. Dia mengimbau masyarakat agar mau memvaksin hewan ternaknya sebelum kasusnya makin parah.

“Kami mendapat distribusi vaksin dari pusat dan kami punya stok yang sangat cukup untuk melakukan vaksinasi PMK,” sebutnya.

“Kami berharap masyarakat mau memvaksin ternaknya sebelum masa September ini. Kami sudah melakukan vaksinasi dari Januari sampai Juni, kita sekarang masuk vaksinasi kedua itu Juli sampai September," bebernya.

"Jadi kami mitigasi, mencegah agar tidak terserang penyakit ini, khususnya PMK. Karena ini PMK virus juga, sehingga jika imun tidak bagus, di umbar, makanan tidak cukup kondisi akan turun, PMK bisa masuk. Kami imbau masyarakat agar melakukan vaksinasi,” tuutup Sriyanti.

Tampilan Utama