Korban Tewas Akibat Perang di Gaza Tembus 59.000
JAKARTA - Jumlah korban meninggal yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza terus bertambah sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023 lalu.
Berdasarkan keterangan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, setidaknya sudah ada 59.000 korban jiwa yang bertumpahan sampai saat ini.
Dalam sebuah pernyataan pers, otoritas kesehatan itu menyebutkan bahwa total 59.029 warga Palestina tewas dan 142.135 lainnya terluka dalam operasi militer Israel yang masih berlangsung.
Selain itu, sebanyak 8.196 korban tewas dan 30.094 orang terluka tercatat sejak 18 Maret, mencerminkan peningkatan eskalasi kekerasan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut pembaruan terkini, sebanyak 134 jenazah dipindahkan ke sejumlah rumah sakit di Gaza dalam 24 jam terakhir. Selain itu, 1.155 orang mengalami berbagai luka akibat serangan udara dan penembakan yang terus berlanjut selama periode tersebut.
"Jumlah itu masih bisa meningkat karena banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan," ucap keterangan tersebut seperti dikutip Holopis.com.
Baik organisasi kemanusiaan lokal maupun internasional telah menyuarakan keprihatinan yang semakin besar atas apa yang mereka gambarkan sebagai memburuknya situasi kemanusiaan secara cepat serta kegagalan mekanisme bantuan untuk menjamin pengiriman yang aman dan efektif.
"Ada kebutuhan mendesak untuk membentuk koridor kemanusiaan yang aman dan menjamin keselamatan warga sipil yang berusaha mengakses bantuan penyelamat nyawa," bunyi pernyataan bersama dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang beroperasi di Jalur Gaza.
Sumber medis di Gaza juga memperingatkan bahwa rumah sakit dan pusat kesehatan di seluruh wilayah kantung tersebut beroperasi di bawah tekanan ekstrem dan menghadapi kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan bakar yang parah.
Ditambah lagi adanya pemadaman listrik yang sedang berlangsung, yang menimbulkan risiko serius bagi ribuan pasien, terutama mereka yang berada dalam kondisi kritis dan bayi baru lahir yang bergantung pada inkubator bertenaga listrik.
PBB dan beberapa organisasi regional telah berulang kali menyerukan gencatan senjata segera dan pembentukan jalur bantuan yang diawasi secara internasional, tetapi upaya menuju solusi kemanusiaan yang berkelanjutan masih belum membuahkan hasil.