Kondisi Warga Gaza Makin Memburuk, Sekjen PBB Kaget


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa jalur-jalur kehidupan terakhir yang menopang kehidupan warga mulai runtuh.

Hal itu seiring dengan sistem kemanusiaan yang menghadapi berbagai hambatan, pelemahan fungsi, dan ancaman yang membahayakan.

"Sangat terkejut atas semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza yang terjadi dengan cepat, di mana jalur-jalur penopang kehidupan terakhir bagi warga kini mulai runtuh," kata Stephane Dujarric, kepala jubir Guterres dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Stephane juga menyayangkan adanya peningkatan laporan tentang anak-anak dan orang dewasa yang menderita malanutrisi. Jubir Guterres itu juga mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi, termasuk penembakan, pembunuhan, dan perbuatan mencederai terhadap orang-orang yang berupaya mendapatkan makanan bagi keluarga mereka.

Jubir tersebut menambahkan, perintah evakuasi yang dikeluarkan akhir pekan lalu untuk beberapa wilayah di Deir al-Balah mendorong warga ke dalam kondisi yang makin memprihatinkan dan memicu pengungsian lebih lanjut serta membatasi kemampuan PBB untuk memberikan bantuan yang dapat menyelamatkan nyawa.

Dia mengatakan staf PBB tetap berada di Deir al-Balah, dan bahwa dua wisma mereka, yang seharusnya tidak boleh diserang, menjadi sasaran tembak, meski telah menginformasikan lokasi mereka kepada militer Israel. Tidak ada staf yang terluka, namun wisma tersebut mengalami kerusakan.

Dujarric menegaskan tempat-tempat tersebut harus dilindungi, terlepas dari perintah evakuasi, sebagaimana halnya semua lokasi sipil.

"Sekjen PBB mengulangi seruannya yang mendesak perlindungan terhadap warga sipil, termasuk personel badan kemanusiaan dan penyediaan sumber daya penting untuk memastikan kelangsungan hidup mereka," ujarnya.

Guterres menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan semua sandera secara langsung dan tanpa syarat, seraya menambahkan bahwa PBB siap untuk meningkatkan operasi kemanusiaan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa di tengah-tengah aksi penembakan, pengungsian, dan penghancuran, mereka menerima laporan yang sangat memprihatinkan mengenai orang-orang yang mengalami malanutrisi parah yang tiba di pos-pos medis dan rumah sakit dengan kondisi kesehatan yang sangat lemah.

Pada Minggu (20/7), Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) melaporkan bahwa sebuah konvoi yang membawa bantuan pangan penting yang melintasi perbatasan dari Israel ke Gaza menghadapi kerumunan besar warga sipil yang putus asa dan kelaparan.

Menurut penuturan WFP, ketika konvoi tersebut mendekat, kerumunan massa di sekitarnya ditembaki oleh tank-tank dan penembak jitu Israel. Badan itu mengatakan pihaknya sangat prihatin dan sedih atas kejadian tragis yang mengakibatkan hilangnya nyawa yang tak terhitung jumlahnya. Banyak lainnya mengalami luka-luka parah yang mengancam nyawa.

Tampilan Utama