JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya atas penampilan kontingen Indonesia yang tampil memimpin parade militer Bastille Day 2025 di Paris, Prancis.
Ungkapan bangganya itu disampaikannya saat menghadiri penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (20/7) malam.
Prabowo menyebut, bahwa kehadiran kontingen Indonesia di barisan terdepan dalam acara yang sakral bagi bangsa Prancis itu adalah suatu kehormatan besar.
“Yang membanggakan anak-anak kita kemarin barisnya boleh juga, benar enggak?” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta kongres, dikutip Holopis.com.
Indonesia Buka Defile Militer Bastille Day
Presiden menjelaskan bahwa pada peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day yang digelar pada Senin, 14 Juli 2025, kontingen Indonesia dipercaya untuk memimpin defile militer.
Posisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara asing pertama yang membuka parade militer dalam sejarah Bastille Day.
“Bangga saya sebagai mantan prajurit, tidak memalukan anak-anak kita yang kemarin itu di Prancis,” ucap Prabowo.
Kontingen Indonesia yang diberi nama Satgas Patriot II terdiri dari 500 personel gabungan TNI, Polri, serta taruna dari akademi militer dan kepolisian.
Mereka tampil dalam parade dengan formasi dan disiplin tinggi, mencerminkan kesiapan dan profesionalisme personel keamanan Indonesia di panggung internasional.
Banjir Undangan dari Negara Lain
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa penampilan apik kontingen Indonesia menuai respons positif dari negara lain. Bahkan, sejumlah negara mulai mengajukan undangan agar Indonesia turut serta dalam peringatan hari nasional mereka.
“Repotnya sekarang banyak negara minta, bisa enggak Indonesia hadir di hari nasional kami, India sudah minta, Prancis minta, sekarang Pakistan minta. Saya enggak tahu lagi negara mana,” ujarnya disambut gelak tawa.
Sebelum tampil, kontingen Indonesia telah menjalani latihan intensif di Prancis sejak 8 Juli 2025. Mereka juga mengikuti gladi bersih pada 13 Juli, satu hari sebelum puncak acara.
Total ada 451 personel pasukan upacara dan 53 personel pendukung yang diberangkatkan dari Indonesia sejak 6 Juli 2025.

