Musyawarah Petani Perempuan SPI: Menanam Perlawanan, Menuai Kedaulatan

0 Shares

JAMBI – Semarak suara perjuangan terdengar lantang dalam Musyawarah Petani Perempuan Serikat Petani Indonesia (SPI) yang berlangsung di Jambi, pada hari Minggu 20 Juli 2025. Musyawarah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kongres V SPI yang akan berlangsung hingga 25 Juli mendatang.

Forum ini adalah agenda untuk mempertemukan petani perempuan dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat peran dan agenda perjuangan dalam gerakan tani nasional. Sejumlah narasumber pun dihadirkan dari berbagai gerakan rakyat, di antaranya Nani Koesmaeni dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Roesinah dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Minawati dari Jaringan Rakyat Miskin Kota, dan Zubaidah yang merupakan tokoh petani perempuan SPI.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Ketua Umum SPI, Henry Saragih secara resmi membuka musyawarah ini. Dalam sambutannya, Henry mengingatkan kembali tentang perjuangan yang telah dilakukan sampai ke tingkat internasional. Salah satunya adalah kesepakatan internasional dalam United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas (UNDROP).

“Panjang sudah perjalanan perjuangan kita, bahkan sampai ke tingkat internasional dengan lahirnya UNDROP, sebuah deklarasi PBB terkait hak asasi petani dan orang yang bekerja di pedesaan,” kata Henry dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Senin (21/10/2025).

- Advertisement -

Henry juga memaparkan terkait persatuan gerakan rakyat tidak lagi terbatas pada kerja-kerja sektoral, melainkan harus bergerak bersama secara politik.

“Demikian juga perjuangan kita, bukan hanya sebagai gerakan sosial serikat petani, serikat nelayan, serikat perempuan perkotaan, serikat buruh, kita sekarang juga sudah membuat Partai Buruh, tujuannya supaya kepentingan kita, perjuangan kita bisa meluas. Tetapi yang dikatakan tadi, bagaimana supaya ruang politik ini juga bisa memberikan ruang untuk peran perempuan. Demikian juga dengan kepengurusan SPI, perempuan di level basis sangat kuat berjuang, terutama dalam reforma agraria,” pungkasnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Veronika Tan turut memberikan sambutannya dalam musyawarah ini. Veronica memaparkan uapya mendukung kesetaraan gender di bidang pertanian memliki keterkaitan erat dengan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu di poin keempat yang berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia termasuk peran perempuan, kesetaraan gender. Bidang pertanian perlu memastikan akses yang sama serta setara terhadap lahan pertanian, modal, pelatihan, dan juga teknologi, serta pelibatan aktif dalam pengambilan keputusan.

“Selain itu, penting dilakukan edukasi kampanye publik dan perubahan norma sosial untuk menghapus stigma gender dan mengubah perspektif bahwa bertani hanya pekerjaan laki-laki serta mendoorng edukasi publik dalam menormalkan perempuan sebagai pemimpin usaha ini (tani),” ujar Veronica.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis