JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7) malam. Kunjungan tersebut dilakukan sebelum Prabowo menghadiri acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dalam pertemuannya dengan Jokowi, Prabowo mengaku banyak berbagi cerita mengenai pengalamannya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri selama sepekan terakhir, termasuk kunjungannya ke wilayah Uni Eropa.
“Kita bahas umum-umum aja. Saya cerita baru keliling dari luar negeri. Beliau juga mengikuti rupanya,” ujar Prabowo dalam keterangannya, sebagaimana dikutip Holopis.com.
Prabowo menuturkan bahwa ia turut menyampaikan berbagai capaian dari lawatan tersebut, salah satunya adalah terkait perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Ia mengakui bahwa proses perundingan perjanjian tersebut bukanlah hal mudah, mengingat telah berlangsung selama satu dekade.
“Ya karena beliau mengikuti, dan sebagian juga beliau yang merintis, jadi beliau tau itu alotnya bagaimana. Tapi ya bagaimana kita lihat situasi global yang tidak menentu sekarang, baik Eropa dan Indonesia berkepentingan untuk diselesaikan dalam waktu cepat, dan Alhamdulillah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya mendapat sambutan istimewa Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan para pejabat Uni Eropa.
“Bagi saya ini kehormatan bagi Indonesia, kenapa? Karena saya diterima di Uni Eropa hari Minggu. Bagi orang Eropa, hari Minggu itu sakral, tidak boleh ada yg kerja, tapi dia mau terima saya, luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Raja Belgia turut menerima kedatangannya secara langsung, meski kunjungan itu berlangsung di akhir pekan.
“Kemudian Raja Belgia mendengar saya datang diterima juga, hari Minggu juga, sore-sore di Istana beliau. Beliau pulang untuk terima saya, Alhamdulillah,” pungkas Prabowo.

